Pasca gempa bermagnitudo 6.2 SR yang mengguncang Pasaman dan beberapa Kabupaten lainnya pada Jum’at (25/02), berbagai upaya percepatan pemulihan dilakukan oleh Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi hingga Pemerintah Pusat. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) langsung melakukan tinjuan penanganan darurat pasca Gempa ke lokasi bencana atas instruksi presiden.

Menteri Basuki menyampaikan dalam pesan tertulisnya bahwa kedatangannya ke Pasaman Barat adalah untuk melihat penanganan darurat tanggap bencana di Nagari Kajai, Pasaman Barat. Ia mengaku telah memerintahkan Para Kepala Balai untuk menuntaskan inventarisasi kerusakan bangunan, terutama fasilitas sosial, fasilitas umum, dan kantor pemerintahan, serta melakukan rehabilitasi atas kerusakan tersebut.

Bertolak dari Jakarta pada Senin(28/02) Menteri Basuki beserta rombongan tiba di Nagari Kajai dan langsung meninjau kegiatan Pembukaan Alur Batang Nango oleh satu unit excavator Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWS S) V Padang. Sebelumnya, BWS S V Padang telah melakukan serangkaian kegiatan tanggap darurat bencana sejak hari pertama kejadian pasca gempa berupa pembukaan akses jalan Malampah sepanjang 25 meter, pembukaan alur sungai Batang Patimah sepanjang 20 meter dan Batang Nango (Sopan) sepanjang 50 meter. Sementara itu Kepala BWS S V Padang, Dr. Dian Kamila, ST, MT menyebutkan  rencana kegiatan jangka pendek yang akan dilakukan yaitu perbaikan alur sungai Batang Patimah sepanjang 100 meter dan Batang Nango (Sopan) sepanjang 200 meter.

BWS Sumatera V Padang menurunkan 3 unit alat berat, berupa 2  excavator di Nagari Kajai dan Malampah, serta 1 unit Dumptruck di Nagari Kajai untuk mempercepat proses pemulihan Pasaman Barat. (humas)

 
Top