Padang, koreksipost.com.Perempuan Minangkabau tak harus selalu kembali ke “kandang emas budaya” yang mengurus rumah tangga sejahtera beserta suami dan anak-anak, namun juga melakukan tanggung jawab sejati sebagai Bundo Kanduang yang menginspirasi kebudayaan nusantara dan mengabdi pada masyarakat.

Fakta membuktikan telah banyak perempuan Minang yang sukses. Sejak zaman perjuangan dimana dua perempuan Minangkabau membuktikan mampu memimpin surat kabar di nusantara yaitu Bunda Ratna Juita yang memimpin harian “Oetoesan Melayu (1915) dan Rohana Kudus yang memimpin harian Soenting Melayu (1913 – 1922).

Selain itu juga ada Rahmah El Yunussiyyah, Sitti Manggoppoh, Puti Ros Dewi Balun, Aisyah Amini, Ani Idrus, Dewi Fortuna Anwar, Asmia J Anwar Amilus, Zakiah Darajat, Rusmi Zulharmans, Elly Kasim, Lily Syarif, Ani Sumadi dan Gusmiati Suid.

Mereka adalah beberapa nama perempuan kebanggaan Minang di kancah publik nusantara. Mereka inspirasi bagi kekuatan adat yang mencari keseimbangan dalam dunia global yang “tak berarah”, untuk memberi perlindungan ibu bagi anaknya.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Hj. Nevi Zuairina, seorang politikus Indonesia dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2019–2024, dalam diskusi dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) perkumpulan perusahaan Media Online Indonesia (MOI) Provinsi Sumatera Barat, di Rumah Makan Lamun Ombak, Pasar Usang, Jalan. Raya Padang - Bukittinggi, Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Jum’at (26/8).

Diskusi yang dimoderatori Ketua DPW MOI Sumbar, Anul Zufri S.H, M.H ini membahas tentang peran wanita Minangkabau untuk menuju BA 1 (Gubernur Sumatera Barat-red).

Kata Hj. Nevi Zuairina yang lebih dikenal dengan Nevi Irwan Prayitno, sebenarnya dari dulu sampai sekarang eksistensi perempuan Minangkabau tidak hanya mencakup urusan rumah tangga, melainkan juga dihadapkan pada kehidupan bermasyarakat dan banyak berkiprah di kancah publik.

Kata istri dari Prof Irwan Prayitno, mantan Gubernur Sumbar dua periode (2010-2021) ini, perempuan Minangkabau memiliki peranan yang khusus dalam hukum adat maupun dalam suatu pemerintahan.

Bahkan saat ini kata Nevi, di kancah politik nasional, perempuan Minang mulai menunjukkan eksistensinya. Dari 14 anggota DPR RI asal Sumbar, 4 merupakan perempuan, dan salah satunya adalah Hj Nevi Zuairina.

Kemudian di DPD RI, dari 4 anggota asal Sumbar, 1 merupakan perempuan, yakni Hj Emma Yohana yang sudah 3 kali duduk sebagai anggota DPD RI.

Jadi kata perempuan kelahiran 20 September 1965 ini, tentang peran wanita Minangkabau untuk menuju BA 1 atau Gubernur Sumbar, peluangnya tentu tetap ada. 

“Namun bila berbicara untuk calon gubernur tahun 2024, karena calon dari kalangan bapak-bapak banyak yang berkualitas, mungkin sebaiknya kaum perempuannya hanya sebagai calon  wakil gubernur saja lah dulu,” kata Nevi sambil tersenyum.

Terkait dengan calon Gubernur Sumbar dari kalangan perempuan, kata Nevi, sebenarnya hal tersebut tergantung dari partai politik yang akan mengusungnya. Karena masing-masing partai politik tentu punya kalkulasi sendiri-sendiri. (rilis)
 
Top