Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Solidaritas Merentang Jeda: Ketika Denyut Perbankan Menyentuh Luka Bencana di Ranah Minang




PADANG — Di tengah puing dan getir yang ditinggalkan badai, sektor perbankan tak hanya berdiri sebagai pilar ekonomi; ia menjelma menjadi tangan yang mengulurkan asa. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Provinsi Sumatera Barat dan Bengkulu tampil sebagai duta solidaritas, merangkai komitmen kemanusiaan lewat seuntai bantuan bagi masyarakat Kota Padang yang terjerembab dalam duka bencana.

Penyerahan simbolis getaran empati itu dipancangkan di jantung pengabdian: Posko Bantuan Utama Palanta, Rumah Dinas Wali Kota Padang, pada Sabtu (13/12/2025). Sebuah momentum di mana formalitas berganti rupa menjadi kehangatan.

Tali Kasih Perbarindo dan Jangkauan yang Melampaui Batas Kota

Dalam balutan kesederhanaan namun penuh makna, bantuan strategis ini diserahkan langsung oleh Jejeng Sumardi, sang Ketua DPD Perbarindo Sumatera Barat dan Bengkulu, yang didampingi oleh Mardiah Muluk, Sekretaris Umum Perbarindo. Di ujung penerima, Fadly Amran, Wali Kota Padang, menyambutnya sebagai jembatan penyalur takdir baik bagi para korban yang merindukan uluran tangan.

Jejeng Sumardi, dengan suara yang memancarkan ketulusan, menguak bahwa gerak langkah inisiatif penyaluran ini bukanlah sekejap mata. Selama tiga hari berturut-turut, denyut nadi kemanusiaan Perbarindo telah berdetak intens. Sebelum jejaknya berlabuh di Padang, mereka telah lebih dulu menaburkan benih pertolongan di tanah-tanah yang terluka parah: Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pesisir Selatan. Mereka merangkul luka di wilayah yang berbeda, menyatukan rasa dalam satu kredo kemanusiaan.

Nadi Kepedulian Regional dan Komitmen Pascabencana

Mardiah Muluk, sang Sekretaris Umum Perbarindo, mengangkat janji ke tingkat yang lebih luas. Ia menyampaikan bahwa total donasi yang berhasil dihimpun—sebuah cerminan dari hati nurani kolektif—akan didistribusikan melintasi batas-batas administratif. Tiga provinsi utama yang kini berbagi nasib duka: Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, akan menerima alokasi keadilan dari kepedulian ini.

Aksi mulia ini tidak berhenti pada pertolongan saat badai. Perbarindo menatap jauh ke cakrawala pemulihan, menegaskan ikrar untuk menemani fase pascabencana. Mereka berjanji melengkapi kebutuhan esensial bagi warga yang akan menempati rumah relokasi hunian sementara. Dukungan ini, sebagaimana disuarakan, akan dikoordinasikan dalam simfoni harmoni dengan pemerintah pusat, agar setiap bantuan benar-benar menjadi obat penawar bagi dahaga kebutuhan masyarakat.

"Melalui ikhtiar kemanusiaan ini, DPD Perbarindo Provinsi Sumatera Barat dan Bengkulu berharap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meringankan beban berat yang dipikul para korban bencana. Ini adalah wujud nyata dari tanggung jawab dan kepedulian mendalam sektor perbankan terhadap kondisi sosial dan kemanusiaan yang tengah dihadapi masyarakat," tutup Mardiah Muluk, menyematkan filosofi bahwa perbankan adalah lebih dari sekadar angka dan transaksi.

Gelombang Donasi dari Seluruh Penjuru Nusantara

Di panggung nasional, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perbarindo turut menggemakan seruan hati nurani. Mereka telah menghimbau dan menggalang donasi dari seluruh entitas Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di berbagai pelosok provinsi. Dana yang terhimpun dari penggalangan nasional ini, kelak, akan menjadi aliran sungai penyejuk yang didistribusikan kepada nasabah dan karyawan BPR sendiri yang juga tak luput dari sapuan tragedi bencana. Ini adalah kisah tentang solidaritas yang bermula dari tumpukan rupiah, namun bermuara pada nilai kemanusiaan yang tak terhingga.