IKA FK UNAND 2025-2030 Resmi Dilantik, Fokus pada Investasi Intelektual dan Transformasi Kesehatan
PADANG – Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (IKA FK UNAND) resmi memulai babak baru. Bertempat di Aula Student Center Prof. Dr. M. Syaaf, FK UNAND Jati, Minggu (1/2/2026), jajaran pengurus periode 2025-2030 resmi dilantik oleh Ketua Umum DPP IKA UNAND, H.E. Denny Abdi, S.E., M.Si.
Dalam prosesi tersebut, Dr. dr. Yefri Zulfiqar, Sp.B(K), M.Kes. dipercaya menahkodai organisasi alumni salah satu fakultas kedokteran tertua di Indonesia ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan Rapat Kerja (Raker) untuk menyusun arah strategis organisasi lima tahun ke depan.
Beralih dari Kekayaan Alam ke Kekayaan Intelektual
Dalam keterangannya usai pelantikan, Denny Abdi menekankan pentingnya pergeseran paradigma ekonomi nasional. Ia menyoroti bahwa ketergantungan pada kekayaan alam memiliki batas waktu, sementara kekayaan intelektual bersifat abadi.
"Motor penggerak ekonomi kita selama ini adalah kekayaan alam, yang cepat atau lambat akan habis. Masa depan ada pada Intellectual Property (kekayaan intelektual), hasil olahan pemikiran manusia, penemuan, dan inovasi," ujar Denny.
Ia menambahkan bahwa investasi di bidang otak manusia tidak hanya bermanfaat bagi Indonesia, tetapi juga diakui oleh bangsa-bangsa di dunia. Kunci utama dari transformasi ini, menurutnya, terletak pada dua sektor fundamental: Pendidikan dan Kesehatan.
Sumbar sebagai 'Pabrik' Orang Pintar
Sebagai bagian dari fakultas pionir, alumni FK UNAND diharapkan menjadi garda terdepan dalam pembangunan sumber daya manusia. Denny mengingatkan bahwa Sumatera Barat secara historis dikenal sebagai "pabrik" intelektual.
"Kita harus rapatkan barisan. Sumbar telah dikenal melahirkan orang-orang pintar. Kami berharap adanya kolaborasi yang lebih kuat dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk meningkatkan peran nyata kita di masyarakat," tegasnya.
Misi Kolaborasi
Senada dengan hal tersebut, Ketua IKA FK UNAND yang baru dilantik, Dr. dr. Yefri Zulfiqar, menyatakan kesiapannya untuk membawa organisasi menjadi wadah yang lebih kontributif. Raker yang digelar usai pelantikan ini fokus pada penguatan sinergi antar-alumni yang tersebar di seluruh pelosok negeri guna mendukung kualitas kesehatan nasional.
"Hari ini, kita memulai babak baru dalam perjalanan IKA FK UNAND. Saya meyakini bahwa masa depan bangsa ini tidak lagi bertumpu pada kekayaan alam yang suatu saat akan habis, melainkan pada kekayaan yang tak terbatas: Kekayaan Intelektual, inovasi, dan hasil olahan pemikiran manusia.
Investasi terbaik yang bisa kita berikan untuk Indonesia dan dunia adalah investasi pada otak manusia. Namun, perlu kita ingat bahwa fondasi utama dari kemajuan intelektual tersebut berdiri di atas dua pilar kokoh, yaitu Pendidikan dan Kesehatan. Tanpa raga yang sehat dan pendidikan yang mumpuni, inovasi tidak akan pernah lahir.
Sebagai bagian dari Fakultas Kedokteran tertua di Universitas Andalas, kita memiliki tanggung jawab moral yang besar. Dokter adalah garda terdepan dalam menjaga fondasi kesehatan masyarakat. Sumatera Barat telah lama dikenal sebagai 'pabrik' tokoh-tokoh intelektual bangsa, dan kini saatnya kita merapatkan barisan.
Saya mengajak seluruh alumni untuk memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholders). Mari kita tingkatkan peran nyata kita, bukan hanya sebagai praktisi medis, tetapi sebagai motor penggerak ekonomi berbasis inovasi yang berkelanjutan demi kemaslahatan umat dan bangsa."
