Pasir Jambak Bersolek, Drainase Baru Jadi Jawaban Atas Banjir Menahun
PADANG — Deru mesin proyek dan aktivitas para pekerja di sepanjang Jalan Raya Pantai Pasir Jambak bukan sekadar tanda pembangunan fisik. Di balik rangkaian beton pracetak yang mulai tersusun rapi, tersimpan harapan lama masyarakat yang ingin terbebas dari ancaman banjir dan genangan air saat hujan mengguyur.
Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah mempercepat pembangunan drainase Paket 7 di kawasan Pasir Jambak. Proyek ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menuntaskan persoalan banjir yang selama bertahun-tahun menghantui kawasan tersebut.
Di lokasi pekerjaan, para pekerja dari CV Liandra Anugrah Jaya tampak berjibaku menyelesaikan pemasangan saluran drainase baru. Aktivitas pembangunan berlangsung di tengah lalu lalang kendaraan yang melintasi jalur menuju salah satu destinasi wisata andalan Kota Padang, Pantai Pasir Jambak.
Selama ini, ruas jalan tersebut dikenal sebagai titik rawan genangan. Setiap hujan dengan intensitas tinggi turun, air kerap meluap dan mengganggu mobilitas warga, wisatawan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Dengan pagu anggaran sebesar Rp180.725.447,68, proyek rehabilitasi drainase ini ditargetkan rampung dalam waktu 30 hari kalender. Informasi pekerjaan terpampang jelas di lokasi sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang menjelaskan bahwa rehabilitasi difokuskan pada titik-titik yang selama ini menjadi langganan banjir. Kawasan Pasir Jambak menjadi prioritas karena memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung menuju kawasan wisata sekaligus pemukiman masyarakat.
Bagi warga, pembangunan ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Ia adalah jawaban atas keluhan yang selama bertahun-tahun mereka rasakan.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Daerah ini selalu tergenang ketika hujan turun. Sekarang sudah ada perbaikan yang nyata. Ini membuktikan pemerintah hadir dan bekerja untuk masyarakat," ungkap seorang warga Pasir Jambak.
Ucapan tersebut mewakili optimisme banyak warga yang berharap genangan air yang selama ini menjadi momok segera menjadi cerita masa lalu. Mereka menaruh harapan besar agar pekerjaan selesai tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekitar.
Pembangunan drainase Paket 7 juga menjadi pengingat bahwa upaya mengatasi banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi drainase yang telah dibangun.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maygus Nasir, pembangunan drainase ini menjadi simbol komitmen menghadirkan kota yang lebih nyaman, tertata, dan tangguh menghadapi persoalan banjir.
Kini, di antara beton-beton yang tersusun dan saluran yang mulai terbentuk, mengalir pula harapan baru warga Pasir Jambak: harapan akan jalan yang bebas genangan, lingkungan yang lebih sehat, dan masa depan yang lebih nyaman untuk dinikmati bersama.
