Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PPP Sumbar Gelar Muscab Serentak, Optimistis Bangkit dan Rebut Kejayaan di Pemilu 2029



Padang — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Barat menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) serentak DPC PPP kabupaten dan kota se-Sumbar di Hotel Rocky Padang, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Memperkuat Fondasi, Transformasi PPP untuk Indonesia” itu menjadi momentum konsolidasi besar partai berlambang Ka’bah tersebut untuk menatap kebangkitan pada Pemilu 2029.

Muscab serentak itu dihadiri jajaran pengurus DPW, DPC hingga pengurus anak cabang (PAC) dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Tingginya antusiasme kader dinilai menjadi sinyal kuat semangat baru PPP untuk kembali berjaya di Ranah Minang.

Ketua DPW PPP Sumbar, Muhamad Iqbal, mengungkapkan rasa optimistisnya terhadap masa depan partai. Ia menilai perhatian besar dari Ketua Umum PPP H. Muhamad Mardiono menjadi energi baru bagi seluruh kader di Sumbar.

“Kami sangat senang. Ketua umum memberikan perhatian besar terhadap Sumatera Barat. Kita sama-sama mengetahui bagaimana kondisi PPP di Sumbar saat ini, namun dengan semangat kebersamaan dan soliditas kader, kami optimistis PPP bisa bangkit kembali pada Pemilu 2029,” ujar Iqbal.

Ia menambahkan, Muscab serentak tersebut bukan sekadar agenda organisasi, melainkan langkah strategis untuk memperkuat struktur partai hingga ke akar rumput.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Wilayah PPP Sumbar, Herdiyulis, menjelaskan bahwa pelaksanaan Muscab mengacu pada Peraturan Organisasi (PO) Nomor 16 Tahun 2005. Namun, pelaksanaan kali ini memiliki keunikan tersendiri karena seluruh DPC se-Sumbar sepakat menggelarnya secara bersama-sama di tingkat provinsi.

“Ini pertama kali Muscab dilaksanakan secara serentak di tingkat provinsi tanpa melanggar aturan organisasi yang ada. Ini menjadi bentuk kekompakan dan semangat kebersamaan kader PPP Sumbar,” katanya.

Menurut Herdiyulis, agenda utama Muscab kali ini adalah memilih tim formatur yang nantinya bertugas menyusun kepengurusan DPC di masing-masing daerah.

“Yang dipilih hari ini bukan langsung ketua atau susunan pengurus lengkap, tetapi tim formatur yang memiliki kapasitas menyusun kepengurusan DPC. Untuk daerah dengan lebih dari 15 kecamatan, jumlah formatur tujuh orang, sedangkan di bawah 15 kecamatan sebanyak lima orang,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa dinamika dalam musyawarah merupakan hal biasa dalam organisasi. Namun seluruh kader diminta tetap menjunjung tinggi nilai persatuan sesuai semangat PPP.

“Kalaupun ada dinamika, itu hal biasa dalam organisasi. Tetapi kita tetap mengedepankan asas kebersamaan sesuai nama partai kita, Partai Persatuan Pembangunan. Jika ada perbedaan, mari kita satukan, karena perbedaan itu indah,” tutupnya.