Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jejak Emas di Ranah Minang: Catatan Dedikasi Brigjen Pol Riki Yanuarfi dalam Momentum Pisah Sambut Kepala BNNP Sumbar

 


PADANG--Sebuah babak pengabdian yang penuh warna baru saja menemui halaman terakhirnya di Sumatera Barat. Ruangan pisah sambut Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat itu dipenuhi keharuan yang samar, namun sarat akan rasa hormat. Di sana, Brigjen Pol Riki Yanuarfi, S.H., M.Si, resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan. Bagi masyarakat Ranah Minang, momen ini bukan sekadar seremonial pergantian jabatan, melainkan sebuah refleksi atas dedikasi tanpa batas yang telah beliau torehkan.

Sejak hari pertama mengemban amanah di tanah kelahirannya, jenderal bintang satu ini tidak pernah memandang tugasnya sebagai pekerjaan administratif belaka. Baginya, menjaga Sumatera Barat dari ancaman narkotika adalah sebuah panggilan jiwa, sebuah pengabdian suci untuk menyelamatkan generasi masa depan.

Menenun Harmoni dengan Hati dan Tradisi

Sumatera Barat adalah tanah yang kokoh memegang filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Sadar akan hal itu, Brigjen Pol Riki tidak memilih pendekatan yang kaku. Beliau melangkah dengan merangkul. Di bawah kepemimpinannya, BNNP Sumbar menjelma menjadi lembaga yang humanis dan menyentuh akar rumput.

Beliau mengetuk pintu-pintu rumah ibadah, duduk bersama para tokoh adat (Tungku Tigo Sajarangan), cadiak pandai, hingga Bundo Kanduang. Di tangan dinginnya, program seperti "Nagari Bersinar" (Bersih Narkoba) bukan sekadar slogan di atas kertas, melainkan benteng nyata yang dibangun dari kesadaran kolektif masyarakat. Bagi Brigjen Pol Riki, korban penyalahgunaan narkoba adalah anak kandung bangsa yang harus dirangkul dan dipulihkan, bukan dikucilkan.

"Menyelamatkan satu jiwa dari narkoba berarti kita sedang menyelamatkan satu masa depan bangsa," prinsip inilah yang selalu ia dengungkan di setiap sudut Ranah Minang.

Ketegasan Senyap yang Menggetarkan

Namun, di balik senyum ramah dan pendekatan humanisnya, Brigjen Pol Riki adalah sosok yang tak kenal kompromi bagi para perusak bangsa. Di bawah komandonya, BNNP Sumbar bergerak taktis dan senyap, berkali-kali mematahkan jalur penyelundupan narkotika jaringan antar-provinsi yang mencoba menyusup ke Sumatera Barat.

Beliau berhasil membangun sinergi yang solid antar-lembaga, mengikis ego sektoral, dan menyatukan visi pertahanan daerah bersama Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan seluruh instansi vertikal. Ketegasan yang terukur inilah yang membuat ruang gerak peredaran gelap narkoba di Sumbar kian mempersempit selama masa baktinya.

Warisan yang Hidup dalam Ingatan

Kini, riuh tepuk tangan dan ucapan terima kasih mengiringi langkah Brigjen Pol Riki Yanuarfi menuju medan pengabdian yang baru. Tugas di Sumatera Barat mungkin telah usai secara struktural, namun jejak kemanusiaan, kebijakan yang berpihak pada masa depan pemuda, dan kedekatan emosionalnya dengan masyarakat akan selalu hidup.

Pisah sambut ini menandai akhir dari sebuah masa jabatan, tetapi sekaligus menjadi awal dari warisan (legacy) yang akan terus dirawat. Terima kasih, Brigjen Pol Riki Yanuarfi, atas keringat, dedikasi, dan hati yang telah dicurahkan untuk menjaga kesucian tanah Ranah Minang. Selamat menunaikan tugas baru, doa masyarakat Sumatera Barat selalu menyertai setiap langkah pengabdianmu.