Operasi Patuh Singgalang 2026 Dimulai, Menata Kesadaran Berlalu Lintas Menuju Indonesia Emas
SUMBAR– Deru kendaraan yang setiap hari memenuhi ruas jalan Sumatera Barat kembali menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Mulai 8 hingga 21 Juni 2026, Kepolisian Daerah Sumatera Barat menggelar Operasi Patuh Singgalang 2026, sebuah langkah strategis untuk membangun budaya tertib berlalu lintas demi mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas.
Operasi yang berlangsung selama 14 hari itu dipimpin oleh Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA, dengan pelaksanaan teknis di bawah komando Direktur Lalu Lintas Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, didampingi Wadir Lantas AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K.
Namun, Operasi Patuh Singgalang tahun ini bukan sekadar tentang tilang dan penindakan. Di balik seragam dan peluit para petugas, tersimpan misi yang lebih besar: membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama.
Dengan mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas”, jajaran Ditlantas Polda Sumbar menegaskan bahwa pendekatan edukatif dan preventif menjadi ruh utama pelaksanaan operasi. Penegakan hukum tetap dilakukan, tetapi pembinaan dan penyadaran masyarakat menjadi prioritas agar tercipta perubahan perilaku yang berkelanjutan.
"Ketertiban berlalu lintas bukan hanya soal mematuhi aturan, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain. Inilah fondasi penting menuju Indonesia Emas," demikian pesan yang disampaikan jajaran Ditlantas Polda Sumbar.
Selama operasi berlangsung, personel kepolisian akan disebar di berbagai titik strategis, mulai dari kawasan perkotaan, jalur lintas provinsi, hingga lokasi yang selama ini dikenal rawan kecelakaan. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu meningkatkan disiplin pengguna jalan sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
Polda Sumbar juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menyukseskan operasi tersebut dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, melengkapi dokumen kendaraan, menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara roda dua, serta mengenakan sabuk pengaman bagi pengguna kendaraan roda empat.
Pada akhirnya, keselamatan tidak lahir dari ketakutan terhadap razia, melainkan dari kesadaran untuk saling menjaga di jalan raya. Karena setiap aturan yang dipatuhi sejatinya adalah upaya menyelamatkan nyawa.
Operasi Patuh Singgalang 2026 menjadi pengingat bahwa budaya tertib berlalu lintas bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan investasi peradaban. Dari jalan yang aman dan tertib, masa depan Indonesia yang maju dan beradab dapat dibangun, selangkah demi selangkah, menuju Indonesia Emas 2045.
