Walikota Fadly Amran Bawa Nama Padang ke Panggung Dunia, Formula Kota Tangguh Bencana Jadi Sorotan GSDC 2026
TANGERANG — Di tengah gemuruh forum global yang membahas masa depan pembangunan berkelanjutan, nama Kota Padang berdiri sejajar dengan kota-kota dunia lainnya. Dari ruang konferensi bergengsi Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Wali Kota Padang Fadly Amran membawa pesan kuat: sebuah kota pesisir di Sumatera mampu menghadapi ancaman perubahan iklim dengan ilmu pengetahuan, kolaborasi, dan keberanian kebijakan.
Fadly Amran menjadi satu-satunya kepala daerah yang dipercaya tampil sebagai keynote speaker dalam forum internasional tersebut. Kehadirannya bukan sekadar mewakili Kota Padang, tetapi membawa cerita tentang perjuangan sebuah kota yang terus berbenah menghadapi tantangan bencana hidrometeorologi.
Di hadapan para ilmuwan, akademisi, dan pemimpin dunia, Fadly memaparkan bagaimana Padang membangun sistem ketangguhan kota melalui strategi yang terukur dan berkelanjutan. Dengan moderator Benjamin Horton, Dekan City University of Hong Kong, diskusi tersebut mengupas pengalaman Padang dalam menghadapi berbagai fenomena cuaca ekstrem.
Membangun Kota Tangguh dengan Empat Pilar Utama
Fadly Amran menegaskan bahwa ketangguhan sebuah kota tidak tercipta secara instan. Dibutuhkan perencanaan panjang, kepemimpinan yang kuat, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Padang menerapkan empat pilar utama dalam menghadapi bencana, yakni kecepatan dalam tanggap darurat, rehabilitasi yang tepat sasaran, rekonstruksi yang kokoh, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat secara berkelanjutan.
"Kolaborasi semua pihak menjadi kunci utama. Mulai dari Kelompok Siaga Bencana (KSB), TNI-Polri, dunia usaha, hingga masyarakat harus bergerak bersama dalam membangun kota yang tangguh," ujar Fadly.
Menurutnya, komitmen tersebut juga diwujudkan melalui dukungan anggaran yang besar. Pemerintah Kota Padang mengalokasikan sekitar Rp371,85 miliar untuk penanganan bencana hidrometeorologi sebagai bentuk keberpihakan terhadap keselamatan masyarakat.
Padang Jadi Contoh Kebijakan Berbasis Ilmu Pengetahuan
Dalam forum tersebut, Fadly juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia akademik. Menurutnya, kebijakan publik harus lahir dari kajian ilmiah agar mampu menjawab tantangan zaman.
"Kolaborasi bersama akademisi sangat penting untuk menghadirkan scientific-based policy, sehingga setiap keputusan yang diambil memiliki dasar yang kuat," ungkapnya.
Pendekatan tersebut mendapat perhatian dari para akademisi internasional yang hadir. Mereka menilai langkah Padang dalam membangun sistem mitigasi bencana menjadi contoh menarik bagi kota-kota lain yang menghadapi ancaman perubahan iklim.
Fenomena Siklon Senyar Jadi Perhatian Dunia
Salah satu sorotan dalam forum itu adalah fenomena Siklon Tropis Senyar yang melanda kawasan Asia Tenggara. Assistant Professor City University of Hong Kong, Jung Eun Chu, menyebut kejadian tersebut sebagai fenomena yang tidak biasa dan menjadi perhatian para peneliti dunia.
"Apa yang terjadi di Kota Padang dan kawasan Asia Tenggara saat Siklon Tropis Senyar melanda benar-benar di luar kewajaran. Para peneliti dunia sedang mengkaji fenomena ini secara mendalam," ujarnya.
Sementara itu, Assistant Professor Peipei Chen mengapresiasi kemampuan Kota Padang dalam mengelola data kebencanaan. Menurutnya, kesiapan data menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat respons ketika bencana terjadi.
"Cara mengelola data sebelum bencana sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terukur," katanya.
Pesan Padang untuk Dunia
Keikutsertaan Wali Kota Padang Fadly Amran dalam GSDC 2026 menjadi bukti bahwa pengalaman lokal mampu memberikan kontribusi bagi solusi global.
Dari kota yang berada di garis pantai barat Sumatera, Padang menyampaikan pesan kepada dunia bahwa menghadapi perubahan iklim bukan hanya soal membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kesadaran, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada keselamatan manusia.
Padang hari ini tidak hanya belajar dari bencana, tetapi menjadikan pengalaman tersebut sebagai energi untuk tumbuh menjadi kota yang lebih kuat, tangguh, dan siap menghadapi masa depan.
