Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Di Balik Aspal yang Terbentang, PPK 2.5 Rai Fraja Nofvandro Kawal Preservasi Jalur Padang Aro–Batas Jambi Demi Mobilitas yang Lebih Andal


Solok Selatan – Di tengah lalu lintas yang tak pernah benar-benar berhenti, ruas Jalan Nasional Padang Aro–Batas Jambi terus berbenah. Jalur strategis yang menjadi urat nadi distribusi logistik dan mobilitas masyarakat lintas Provinsi Sumatera Barat dan Jambi itu kini menjalani proses preservasi sebagai bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan infrastruktur yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Di bawah koordinasi PPK 2.5 BPJN Sumatera Barat, Rai Fraja Nofvandro, pekerjaan preservasi terus dipacu dengan mengedepankan kualitas konstruksi sekaligus keselamatan pengguna jalan. Berbagai pekerjaan strategis dilakukan, mulai dari pelebaran badan jalan, pembangunan trotoar sepanjang sekitar 750 meter, hingga penataan sistem drainase melalui pemasangan U-Ditch dan pasangan batu mortar guna meningkatkan daya tahan infrastruktur terhadap genangan air.

Bagi Rai,pembangunan jalan nasional bukan sekadar menghadirkan hamparan aspal baru. Lebih dari itu, setiap pekerjaan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperlancar arus barang dan jasa, serta meningkatkan keselamatan para pengguna jalan.

"Preservasi ini merupakan investasi jangka panjang bagi konektivitas wilayah. Karena itu setiap tahapan pekerjaan harus memenuhi standar teknis, mutu, dan keselamatan sehingga hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat," demikian semangat yang terus dikedepankan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Meski demikian, proses pembangunan di lapangan tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Aktivitas pelebaran jalan dan pembangunan drainase berpotensi menimbulkan penyempitan jalur sementara, debu, maupun perlambatan arus kendaraan. Kondisi ini menjadi perhatian serius PPK 2.5 agar tidak mengurangi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

Karena itu, Rai terus mengoptimalkan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan, termasuk memastikan kontraktor menerapkan manajemen lalu lintas yang baik, memasang rambu-rambu keselamatan secara memadai, serta menjaga kebersihan area proyek agar tidak membahayakan pengguna jalan.

Komitmen terhadap penyelesaian pekerjaan tepat waktu juga menjadi prioritas. Dengan pengawasan yang ketat, proyek preservasi diharapkan dapat selesai sesuai target tanpa mengabaikan kualitas hasil pekerjaan maupun aspek keselamatan kerja.

Keberhasilan proyek ini nantinya tidak hanya diukur dari mulusnya permukaan jalan, tetapi juga dari bagaimana proses pembangunan berlangsung secara profesional, tertib, dan bertanggung jawab. Sebab, infrastruktur yang berkualitas lahir dari perencanaan yang matang, pelaksanaan yang disiplin, serta pengawasan yang konsisten.

Di bawah kepemimpinan PPK 2.5 Rai Nofvandro, preservasi ruas Padang Aro–Batas Jambi diharapkan menjadi salah satu contoh pembangunan jalan nasional yang tidak hanya memperkuat konektivitas antardaerah, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kenyamanan bagi setiap pengguna jalan yang melintas. Pada akhirnya, setiap meter jalan yang terbangun menjadi penghubung harapan, penggerak ekonomi, sekaligus penopang kemajuan kawasan di masa depan.