Menyatu dengan Rakyat, Bakri Maulana Nikmati Kuliner Tradisional dan Durian di Pasar Raya Padang
PADANG---“Pasar Raya ini bukan sekadar tempat jual beli. Ini nadi ekonomi rakyat dan etalase budaya Minang. Ketika kuliner hidup, UMKM juga ikut bernapas,” ujar Bakri Maulana di sela kunjungannya.
Menurutnya, Pasar Raya Padang memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata kuliner. Kehadirannya kali ini bukan hanya untuk menikmati makanan, tetapi juga melihat langsung denyut kehidupan pedagang kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Kita harus bangga dengan kuliner sendiri. Rasanya juara, harganya merakyat. Yang perlu dijaga adalah kebersihan, penataan, dan promosi agar pasar tradisional tetap dicintai generasi muda,” tambahnya.
Kehadiran Sekjen DPP PKPS itu pun disambut hangat para pedagang. Banyak yang mengaku senang karena tokoh nasional asal ranah Minang mau turun langsung menyapa mereka. Setelah hampir satu jam berkeliling, Pak BM tampak membawa beberapa bungkusan kuliner khas Minang untuk dibawa pulang.
Namun blusukan itu belum berakhir.
Di tepi jalan kawasan pasar, langkah Pak BM terhenti di sebuah lapak durian. Tumpukan durian lokal yang digelar di atas alas hijau menarik perhatiannya. Ia lalu duduk santai, berbincang akrab dengan pedagang, sebelum memilih beberapa buah untuk dibelah langsung di tempat.
Aroma durian yang khas segera menyeruak. Pak BM pun mencicipinya dengan lahap sambil sesekali tertawa bersama pedagang dan warga sekitar.
“Durian di sini manisnya pas, dagingnya tebal. Pedagang buah lokal seperti ini harus kita dukung,” katanya sambil tersenyum.
Momen sederhana itu menjadi gambaran bagaimana seorang pemimpin organisasi besar memilih mendekat ke akar rumput: menikmati jajanan pasar, menyapa pedagang, hingga mencicipi durian di pinggir jalan.
Bagi Bakri Maulana, pasar tradisional bukan hanya ruang transaksi, melainkan ruang perjumpaan, tempat budaya dan ekonomi rakyat tumbuh berdampingan. Karena itu, ia berharap Pemerintah Kota Padang terus memberi perhatian serius terhadap revitalisasi pasar tradisional agar tetap menjadi kebanggaan urang Awak dan magnet wisata kuliner Sumatera Barat."
