Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Satu Helai Linen, Sejuta Makna: Visi Dovy Djanas Jadikan Sterilitas Benteng Keselamatan Pasien di RSUP Dr. M. Djamil


PADANG – Di balik kesibukan ruang operasi, ruang perawatan, dan pelayanan medis yang tak pernah berhenti di RSUP Dr. M. Djamil Padang, terdapat sebuah unit yang bekerja tanpa banyak sorotan, namun memiliki peran yang sangat menentukan keselamatan pasien. Unit Binatu (Laundry) menjadi benteng pertama dalam memutus rantai penyebaran infeksi di lingkungan rumah sakit.

Filosofi tersebut ditegaskan langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, saat menjadi narasumber pada Seminar Manajemen Linen dan Laundry Rumah Sakit yang diselenggarakan DPD PILARS Sumatera Barat.

Bagi Dovy Djanas, pengelolaan linen bukan sekadar proses mencuci kain. Di balik setiap helai sprei, selimut, pakaian pasien, hingga gaun medis, terdapat standar mutu, disiplin, dan tanggung jawab besar dalam menjaga keselamatan ribuan pasien maupun tenaga kesehatan.

"Mutu pelayanan paripurna dimulai dari satu helai linen yang bersih," tegas Dovy Djanas.

Pernyataan tersebut bukan sekadar slogan, melainkan filosofi pelayanan yang kini menjadi bagian penting dalam transformasi mutu layanan di RSUP Dr. M. Djamil. Di bawah kepemimpinannya, rumah sakit rujukan terbesar di Sumatera Barat itu terus memperkuat penerapan standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) pada seluruh rantai pengelolaan linen.

Menurut Dovy, linen rumah sakit tidak cukup hanya terlihat bersih secara kasat mata. Setiap proses harus memenuhi standar higienitas yang ketat, bebas dari mikroorganisme patogen, aman digunakan pasien, sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi tenaga kesehatan yang setiap hari berada di garis depan pelayanan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi maupun keahlian tenaga medis. Ada banyak sistem pendukung yang bekerja di balik layar, salah satunya pengelolaan linen yang profesional, modern, dan sesuai standar nasional maupun internasional.

Di era pelayanan kesehatan yang semakin kompetitif, Unit Binatu memiliki posisi strategis sebagai salah satu indikator penting dalam keberhasilan akreditasi rumah sakit. Karena itu, setiap tahapan mulai dari pengumpulan linen kotor, proses pencucian, desinfeksi, pengeringan, penyimpanan hingga distribusi harus dijalankan dengan prosedur yang ketat dan terukur.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari visi besar Dovy Djanas dalam membangun RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan nasional yang tidak hanya unggul dalam inovasi teknologi medis, tetapi juga memiliki budaya keselamatan pasien yang kuat hingga ke aspek pelayanan paling mendasar.

Seminar yang digelar DPD PILARS Sumatera Barat menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran seluruh insan rumah sakit bahwa kualitas pelayanan kesehatan lahir dari kolaborasi seluruh unit kerja. Tidak hanya dokter dan perawat, tetapi juga para petugas laundry yang selama ini bekerja dalam senyap.

Melalui filosofi "satu helai linen", Dovy Djanas mengajak seluruh insan kesehatan melihat bahwa keselamatan pasien dibangun dari perhatian terhadap detail terkecil. Sebab, setiap linen yang bersih dan steril bukan hanya perlengkapan pelayanan, melainkan simbol profesionalisme, dedikasi, dan komitmen rumah sakit dalam memberikan perlindungan terbaik bagi setiap pasien yang mempercayakan kesembuhannya kepada RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Di balik setiap helai linen yang tersusun rapi, tersimpan kerja keras tanpa henti, standar mutu yang tinggi, dan semangat pelayanan yang menjadi fondasi menuju rumah sakit berkelas dunia.





.