Jembatan Bailey Kembali Hubungkan Sitangkai–Tanjung Ampalu, Akses Warga Pulih
SIJUNJUNG — Harapan masyarakat untuk kembali menikmati akses transportasi yang aman akhirnya terwujud. Penanganan darurat Jembatan Titian Putiah Rampung di Ruas Jalan Sitangkai–Tanjung Ampalu, Link P.040, kini telah selesai setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) memasang Jembatan Bailey sebagai akses sementara.
Pemasangan jembatan darurat tersebut merupakan langkah cepat pemerintah menyusul runtuhnya jembatan permanen yang sebelumnya menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat. Kondisi tersebut sempat menyebabkan konektivitas transportasi terganggu dan berdampak terhadap aktivitas warga di kawasan sekitar.
Dalam proses penanganannya, Jembatan Bailey tidak hanya dipasang sebagai solusi sementara, tetapi juga diperkuat dengan pembangunan dua abutment sebagai struktur penyangga. Setelah Abutment 1 dan Abutment 2 rampung, tim teknis UPTD Workshop dan Peralatan melanjutkan proses pemasangan serta memastikan struktur jembatan berada dalam kondisi stabil dan memenuhi standar keselamatan kerja.
Upaya tersebut dilakukan secara bertahap dan terukur. Pemerintah memastikan konstruksi jembatan darurat memiliki kekuatan dan kestabilan yang memadai sebelum kembali digunakan masyarakat.
Hasilnya, mulai 3 Agustus 2026, Jembatan Titian Putiah pada ruas Jalan Sitangkai–Tanjung Ampalu Link P.040 resmi kembali dapat dilalui.
Kembali berfungsinya jembatan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat. Akses yang sempat terputus kini kembali membuka konektivitas antara Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Tanah Datar, sekaligus memperlancar mobilitas warga, distribusi barang, serta aktivitas sosial dan ekonomi di kedua wilayah.
Jembatan Bailey tersebut menjadi solusi strategis sembari menunggu pembangunan jembatan permanen. Kehadirannya menunjukkan respons cepat pemerintah daerah dalam menjaga agar pelayanan infrastruktur dan konektivitas masyarakat tetap berjalan di tengah kondisi darurat.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan serta kesabaran selama proses penanganan berlangsung.
Pemulihan akses ini bukan sekadar menghadirkan kembali sebuah jembatan, tetapi juga menghidupkan kembali denyut pergerakan masyarakat yang sebelumnya tersendat. Dengan akses yang kembali terbuka, aktivitas warga diharapkan dapat berjalan normal, sementara pembangunan infrastruktur permanen terus dipersiapkan sebagai solusi jangka panjang.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan infrastruktur yang aman, tangguh, dan berkelanjutan demi mendukung konektivitas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.
