Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Latgab Lemkari Sumbar Sukses Besar, 700 Karateka Padati Gedung Kebudayaan


PADANG — Semangat membara ratusan karateka mewarnai pelataran Gedung Kebudayaan Sumatera Barat, Minggu (23/8/2026) pagi. Sekitar 700 karateka dari berbagai kabupaten dan kota se-Sumatera Barat tumpah ruah mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) Lemkari Karate-Do Indonesia Sumbar.

Mulai dari pemegang sabuk putih hingga sabuk hitam, seluruh peserta larut dalam latihan bersama. Kendati langit mendung dan sebagian lantai latihan dalam kondisi basah, semangat para karateka tidak sedikit pun surut.

Kegiatan yang menjadi bagian dari program pembinaan Lemkari Sumbar tersebut dipimpin langsung Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Lemkari Sumbar, Agusmardi, BAc, DAN IV. Latihan diawali dengan pemanasan dan peregangan yang dipandu Sensei Yatimen, DAN IV.

Dengan gerakan yang serentak dan penuh disiplin, para karateka mempraktikkan kuda-kuda, pukulan, tangkisan hingga teknik pernapasan. Suasana semakin semarak ketika para senior dan pelatih memberikan arahan kepada peserta.

Turut hadir memberikan pembinaan sejumlah anggota Dewan Guru PB Lemkari, di antaranya S. Sihan Firdaus Ilyas selaku Ketua, Prof. M. Giatman, serta Letkol Arie Marzuki.

Para senior Lemkari seperti Kandris Asrin, Ramli Malik, Budi Erwanto, Ir. Yozawardi, Yunaldi, Al, serta KMSH Kota Padang juga tampak aktif memberikan arahan sekaligus membangun keakraban bersama para karateka.

Ketua Lemkari Sumatera Barat, Nanda Satria, SIP, DAN IV, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya melihat antusiasme ratusan kohai yang datang dari berbagai daerah.

“Kami sangat berbangga kohai Lemkari semua hadir hari ini di Kota Padang. Latgab ini selain sebagai pembinaan fisik, juga menjadi momentum untuk menyampaikan berbagai informasi dan mempererat silaturahmi,” ujar Nanda Satria saat membuka kegiatan.

Menurut Nanda, pemilihan Gedung Kebudayaan Sumatera Barat sebagai lokasi Latgab bukan tanpa alasan. Selain memiliki lokasi yang representatif dan ikonik, kawasan tersebut merupakan aset daerah yang semestinya dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif masyarakat.

“Latgab ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengasah teknik dan fisik, tetapi juga mempererat silaturahmi antar-dojo Lemkari se-Sumbar serta menanamkan nilai disiplin, kebersamaan, dan budaya karate. Hari ini kita memilih Gedung Kebudayaan Sumatera Barat. Ini tempat yang sangat luar biasa,” katanya.

Ia berharap nilai-nilai yang selama ini diajarkan dalam karate, terutama disiplin, tanggung jawab, sportivitas dan kebersamaan, dapat tumbuh menjadi karakter generasi muda Sumatera Barat.

“Semoga budaya disiplin dari karate dan nilai-nilai yang ada dalam karate menjadi budaya bagi anak-anak muda kita ke depan. Semoga ini menjadi perhatian masyarakat dan Gedung Kebudayaan ini bisa digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat,” tutur Nanda.

Ia sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan aset-aset daerah dengan kegiatan yang memberikan manfaat dan membangun semangat generasi muda.

“Mari kita pergunakan aset-aset bangsa kita untuk kegiatan masyarakat supaya lebih semangat ke depannya dan semakin Sumatera Barat jaya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Latgab, Repelita, SE, DAN IV, dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Menurutnya, Latgab tersebut tidak sekadar menyamakan teknik dan meningkatkan kemampuan fisik karateka, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antar-dojo serta memperkuat soliditas keluarga besar Lemkari Sumatera Barat.

“Kita ingin seluruh dojo semakin kompak, memiliki kesamaan teknik dan semakin kuat dalam membangun keluarga besar Lemkari Sumbar,” ujarnya.

Latgab berlangsung penuh semangat di Medan Nan Bapaneh Lantai IV Kantor Dinas Kebudayaan Sumatera Barat dan area pelataran gedung.

Pemandangan ratusan karateka yang bergerak serentak di bawah langit mendung menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan. Kuda-kuda, pukulan dan tangkisan dilakukan dalam satu irama, dengan latar laut dan ikon Sumatera Barat.

Bagi Lemkari Sumbar, Latgab ini bukan sekadar latihan bersama. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk merawat persaudaraan, mengasah kemampuan, sekaligus menanamkan karakter disiplin kepada generasi muda.