Merah Putih Berkibar di RSUP M. Djamil, Dovy Djanas: Perjuangan Kemerdekaan Hadir Lewat Pelayanan untuk Pasien
PADANG — Di bawah kibaran Merah Putih dan semangat kebinekaan, halaman RSUP Dr. M. Djamil Padang pada Senin (17/8/2026) berubah menjadi ruang refleksi tentang arti kemerdekaan.
Bukan sekadar upacara seremonial, peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di rumah sakit rujukan utama Sumatera Barat itu menjadi momentum untuk meneguhkan kembali janji pengabdian: menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu, profesional, inklusif, dan berpihak pada keselamatan pasien.
Mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, upacara berlangsung khidmat di pelataran parkir Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan. Jajaran direksi, manajer, kepala departemen, komite, Satuan Pengawas Internal (SPI), hingga seluruh civitas hospitalia turut larut dalam suasana peringatan kemerdekaan.
Nuansa kebangsaan terasa semakin kuat ketika peserta tampil mengenakan beragam busana adat Nusantara. Beskap, teluk belanga, pakaian adat Minangkabau, hingga busana bernuansa merah putih berpadu menjadi satu panorama kebinekaan—menggambarkan Indonesia yang berbeda dalam warna, namun tetap satu dalam cita-cita.
Rangkaian upacara diawali dengan pengumandangan MARS Hidup Sehat. Suasana kemudian hening ketika Sang Saka Merah Putih perlahan dikerek, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Prosesi dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila dan UUD 1945, hingga pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan.
Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan naskah Proklamasi.
Dalam amanatnya, Dovy Djanas mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan sekadar catatan sejarah yang diperingati setiap 17 Agustus. Kemerdekaan, katanya, harus diterjemahkan menjadi kerja nyata dan pengabdian yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Semangat kemerdekaan harus kita maknai dengan memberikan kontribusi terbaik sesuai tugas dan tanggung jawab. Di lingkungan rumah sakit, bentuk perjuangan itu diwujudkan melalui pelayanan yang bermutu, profesional, berintegritas, serta berorientasi pada keselamatan dan kepentingan pasien,” ujar Dovy.
Menurutnya, tema kemerdekaan tahun ini memiliki keterkaitan erat dengan tugas RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama. Sebab, makna kemerdekaan dalam bidang kesehatan tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas, tetapi juga tentang memastikan setiap warga memiliki kesempatan memperoleh layanan kesehatan terbaik.
“Setiap pasien yang datang harus mendapatkan pelayanan terbaik tanpa membedakan latar belakangnya. Inilah bentuk nyata kontribusi kita dalam mengisi kemerdekaan,” tegasnya.
Pesan tersebut seolah menegaskan bahwa di balik dinding rumah sakit, perjuangan memiliki wajah yang berbeda. Dokter berjuang melalui keilmuan, perawat melalui ketulusan, tenaga kesehatan melalui profesionalisme, dan seluruh insan rumah sakit melalui pengabdian yang tak mengenal batas waktu.
Dovy juga mengajak seluruh civitas hospitalia untuk menjaga kebersamaan, memperkuat kompetensi, serta terus melahirkan inovasi pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Jangan pernah berhenti belajar dan berinovasi. Karena tantangan pelayanan kesehatan ke depan membutuhkan insan rumah sakit yang adaptif, kompeten, dan memiliki semangat kebersamaan,” pesannya.
Di tengah momentum sakral tersebut, manajemen RSUP Dr. M. Djamil juga memberikan penghargaan Hero of The Month sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan kinerja insan rumah sakit.
Penghargaan itu dianugerahkan kepada dr. Nadra Septiadi, Sp.An-TI, M.Sc., sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi dan pengabdian dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi penutup manis dari rangkaian pesan kemerdekaan. Bahwa menjadi pahlawan di zaman ini tidak selalu harus mengangkat senjata. Ada perjuangan yang dilakukan dengan stetoskop, seragam, ilmu pengetahuan, ketekunan, dan ketulusan untuk menyelamatkan kehidupan.
Upacara kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama.
Di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Merah Putih hari itu tidak hanya berkibar di tiang upacara. Ia juga seakan berkibar di dalam dada setiap insan rumah sakit—menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus terus diisi dengan kerja, pengabdian, integritas, dan pelayanan terbaik bagi negeri.
