Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pembangunan Pagar SMAN 2 Padang Dimulai, Orang Tua Murid Apresiasi Perhatian Pemerintah


PADANG — Upaya meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kualitas lingkungan pendidikan terus dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Salah satunya melalui pembangunan pagar SMAN 2 Padang yang kini mulai dikerjakan.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan kegiatan Pembangunan Pagar SMAN 2 Padang di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat. Proyek ini memiliki nomor kontrak 10972938/SPNSMA/SARPRAS-2026, dengan nilai kontrak sebesar Rp159.369.000.

Kontrak pekerjaan ditandatangani pada 29 Juli 2026, dengan waktu pelaksanaan selama 60 hari kalender dan mulai dikerjakan pada 10 Agustus 2026. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Erindo Ihsan Persada, sementara pengawasan dilakukan CV Gradasi Sembilan Konsultan.

Pembangunan pagar dinilai bukan sekadar memperindah kawasan sekolah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih tertata dan memberikan rasa aman bagi para siswa, guru, maupun orang tua.

Salah seorang orang tua murid, Elvia, menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian pemerintah terhadap fasilitas sekolah.

“Kami sebagai orang tua murid tentu sangat mengapresiasi pembangunan pagar ini. Selain membuat lingkungan sekolah terlihat lebih rapi dan bagus, pagar juga penting untuk keamanan anak-anak selama berada di lingkungan sekolah,” ujar Elvia.

Menurutnya, perhatian terhadap sarana dan prasarana sekolah merupakan investasi penting bagi dunia pendidikan. Ia berharap pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target serta dikerjakan dengan mengutamakan kualitas.

“Harapan kami pekerjaan ini berjalan lancar, hasilnya bagus dan kuat, sehingga bisa memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi sekolah dan para siswa,” tambahnya.

Pembangunan pagar SMAN 2 Padang diharapkan menjadi bagian dari peningkatan fasilitas pendidikan di Sumatera Barat. Dengan lingkungan sekolah yang semakin aman, tertata dan nyaman, proses belajar mengajar pun diharapkan dapat berlangsung semakin optimal.

Bagi orang tua murid, pembangunan tersebut menjadi bukti bahwa pembenahan fasilitas pendidikan tidak hanya berbicara tentang bangunan, tetapi juga tentang menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi generasi penerus Sumatera Barat.