Tiga Tahun PWPS Sumbar, Merawat Silaturahmi dan Menebar Manfaat bagi Pesisir Selatan
PADANG — Tiga tahun bukan sekadar hitungan waktu bagi Persatuan Wanita Pesisir Selatan (PWPS) Sumatera Barat. Tiga tahun menjadi perjalanan yang diwarnai silaturahmi, kebersamaan, kepedulian sosial, serta berbagai kegiatan yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Memasuki usia ke-3, PWPS kembali meneguhkan komitmennya untuk menjadi rumah bersama bagi perempuan Pesisir Selatan, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan.
Bagi Ketua PWPS Sumbar Marawita Marlis Rahman, perjalanan tiga tahun tersebut merupakan buah dari kebersamaan yang terus dirawat. Ia menegaskan, PWPS tidak boleh berhenti hanya sebagai wadah berkumpul, tetapi harus mampu menjadi ruang untuk melahirkan gagasan dan menghadirkan manfaat.
“PWPS bukan hanya sekadar perkumpulan ibu-ibu. Selama tiga tahun ini banyak kegiatan positif yang telah kita lakukan. Ke depan tentu kita ingin organisasi ini semakin solid dan semakin banyak memberikan manfaat,” ujar Wiwik, yang akrab disapa Buk Wiwik.
Wiwik mengatakan, kekuatan terbesar PWPS berada pada semangat kebersamaan. Sebab, dari silaturahmi yang terjaga, tumbuh rasa saling peduli dan keinginan untuk bergerak bersama.
Menurutnya, semangat tersebut harus terus dipelihara agar PWPS semakin berkembang dan mampu menjadi ruang bagi perempuan Pesisir Selatan untuk mengambil peran dalam berbagai bidang.
“Yang paling penting adalah kebersamaan. Silaturahmi harus terus kita jaga, karena dari sanalah kekuatan organisasi ini tumbuh,” katanya.
Apresiasi terhadap perjalanan PWPS juga disampaikan Anggota DPRD Sumatera Barat daerah pemilihan Pesisir Selatan-Mentawai, Sri Kumala Dewi.
Ia menilai, kehadiran PWPS memiliki arti strategis dalam memperkuat kepedulian sosial, pemberdayaan perempuan, sekaligus menjaga ikatan kekeluargaan masyarakat Pesisir Selatan di perantauan.
Menurut Sri Kumala Dewi, berbagai kegiatan sosial yang selama ini dilakukan PWPS menjadi bukti bahwa organisasi tersebut tidak hanya bergerak dalam lingkup internal, tetapi telah mampu hadir di tengah masyarakat.
“PWPS telah menunjukkan bahwa organisasi perempuan bisa mengambil peran dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Ini tentu patut diapresiasi,” ujarnya.
Ia berharap, memasuki tahun-tahun berikutnya PWPS semakin memperluas jejaring, memperkuat kapasitas anggotanya dan melahirkan lebih banyak program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemberdayaan perempuan, peningkatan kapasitas anggota dan kegiatan sosial kemasyarakatan, menurutnya, harus terus menjadi bagian dari perjalanan PWPS ke depan.
Perayaan HUT ke-3 PWPS Sumbar kemudian ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun. Prosesi sederhana itu berlangsung dalam suasana penuh keakraban, diikuti pengurus, pembina dan para undangan.
Di balik potongan kue yang dibagikan, terselip makna tentang sebuah perjalanan yang telah dilalui bersama.
Sebab, sebuah organisasi tidak semata-mata diukur dari panjang usianya. Lebih dari itu, ia dinilai dari jejak kebaikan yang ditinggalkan dan seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada sesama.
Tiga tahun PWPS adalah cerita tentang perempuan-perempuan Pesisir Selatan yang memilih untuk tetap terhubung, meski jarak dan kesibukan menjadi bagian dari kehidupan.
Dari silaturahmi yang dirawat, lahir kebersamaan. Dari kebersamaan tumbuh kepedulian. Dan dari kepedulian, lahir langkah-langkah kecil yang diharapkan terus menjadi manfaat besar bagi masyarakat.
Kini, perjalanan itu memasuki babak berikutnya. PWPS Sumatera Barat diharapkan tidak hanya semakin solid sebagai organisasi, tetapi juga semakin kuat menjadi bagian dari energi sosial perempuan Pesisir Selatan.
Selamat HUT ke-3 PWPS Sumatera Barat. Merajut silaturahmi, meneguhkan kebersamaan, menebar manfaat, dan terus bergerak untuk kepedulian sosial.(Dn-1)
