Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Banjir Bandang Tutup Jalan Nasional di Arosuka, PPK 2.1 Zulfikar Kurniawan Bergerak Cepat Tangani Material Lumpur

 


KABUPATEN SOLOK — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok memicu banjir bandang yang berdampak pada ruas Jalan Nasional Batas Kota Solok–Lubuk Selasih, tepatnya di KM 36+600, depan Kantor Bupati Solok, Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Selasa (22/9/2026).

Banjir bandang membawa material berupa lumpur, bebatuan hingga kayu dan menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 150 meter. Ketebalan lumpur di sejumlah titik diperkirakan mencapai 30 hingga 50 sentimeter.

Kondisi tersebut sempat membuat arus lalu lintas di lokasi tidak dapat dilalui. Pengguna jalan pun diimbau tidak memaksakan diri melewati kawasan terdampak demi keselamatan serta agar proses penanganan dapat berjalan lancar.

Di tengah kondisi darurat tersebut, PPK 2.1 BPJN Sumatera Barat Zulfikar Kurniawan bersama tim di lapangan bergerak melakukan penanganan tanggap darurat. Pembersihan material banjir dilakukan menggunakan sejumlah alat berat untuk membuka kembali akses jalan nasional.

Langkah cepat tersebut menjadi bagian dari upaya BPJN Sumatera Barat dalam memastikan konektivitas jalan nasional tetap terjaga, sekaligus mempercepat pemulihan akses masyarakat pascabencana.

Banjir bandang di kawasan Arosuka sendiri terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Solok. BMKG mencatat curah hujan di sekitar Solok mencapai 94 milimeter per hari dan kondisi tersebut menjadi salah satu faktor pemicu banjir bandang pada Senin (21/9/2026) malam. 

Kementerian Pekerjaan Umum juga telah mengerahkan peralatan berat melalui BPJN Sumatera Barat untuk mempercepat pembersihan material lumpur, batu dan kayu yang menutup badan jalan. 

PPK 2.1 Zulfikar Kurniawan memastikan penanganan di lapangan terus dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan petugas maupun pengguna jalan.

Pembersihan tidak hanya diarahkan untuk menyingkirkan material yang menutup badan jalan, tetapi juga memastikan kondisi ruas jalan aman sebelum kembali digunakan secara normal.

Sementara itu, masyarakat dan pengguna kendaraan yang hendak melintas jalur Solok–Padang diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta memantau informasi terbaru terkait kondisi jalan.

Gerak cepat tim BPJN Sumatera Barat di bawah penanganan lapangan PPK 2.1 Zulfikar Kurniawan menjadi bagian penting dalam merespons kondisi darurat tersebut. Di tengah lumpur dan material banjir yang menutup jalur nasional, alat berat terus bekerja membuka kembali urat nadi transportasi masyarakat.