Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dari Sajadah ke Silaturahmi, Kapolres 50 Kota Bangun Kedekatan dengan Warga Lewat Subuh Berjamaa


LIMA PULUH KOTA — Ketika sebagian besar warga masih terlelap dalam dinginnya pagi, langkah Kapolres 50 Kota AKBP Syaiful Wachid, S.H., S.I.K., M.H., justru mengarah ke rumah ibadah. Bukan untuk sekadar menjalankan rutinitas, tetapi untuk menyapa masyarakat, merajut silaturahmi, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan keamanan.

Suasana khidmat itu terasa di Masjid Nurul Iman, Jorong Ketinggian, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

Di masjid tersebut, Kapolres 50 Kota bersama jajaran mengikuti Gerakan Subuh Berjamaah (GSB) dan menunaikan Sholat Subuh bersama masyarakat. Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polres 50 Kota itu mendapat sambutan hangat dari para jamaah.

Tidak datang seorang diri, Kapolres turut didampingi Kabag Ops Polres 50 Kota, Kasat Narkoba, Kasat Binmas, Kasat Intel, Kapolsek Harau, personel Polres 50 Kota, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah masyarakat dan jamaah Masjid Nurul Iman.

Usai melaksanakan ibadah, suasana masjid menjadi ruang perjumpaan yang hangat. Polisi dan masyarakat duduk bersama, berbincang, serta saling bertukar informasi mengenai berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan sekitar.

Bagi AKBP Syaiful Wachid, GSB bukan semata kegiatan keagamaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana membangun komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus memperkuat kehadiran Polri di tengah kehidupan warga.

“Sholat Subuh berjamaah memiliki nilai yang sangat besar dan merupakan salah satu bentuk keistiqamahan seorang muslim dalam menjalankan ibadah,” ujar Kapolres.

Ia kemudian mengingatkan jamaah tentang keutamaan Sholat Subuh dengan mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa Sholat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah Sholat Isya dan Sholat Subuh.

Kapolres pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan meningkatkan pelaksanaan sholat berjamaah, khususnya Sholat Subuh. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat menjalankan ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang mempererat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian dan merawat kebersamaan.

Namun, pesan Kapolres tidak berhenti pada persoalan keagamaan.

Di hadapan jamaah, AKBP Syaiful Wachid juga menitipkan pesan Kamtibmas. Masyarakat diajak bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sekitar, serta mewaspadai berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama kabar yang beredar cepat melalui media sosial.

“Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga lingkungan, perkuat silaturahmi dan kebersamaan, serta bersama-sama menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif,” tegasnya.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas maupun kepolisian apabila menemukan persoalan di lingkungan masing-masing, termasuk potensi gangguan keamanan, penyalahgunaan narkoba, maupun tindakan yang dapat mengganggu ketenteraman warga.

Menurutnya, komunikasi yang terjalin sejak dini dapat menjadi langkah penting dalam mencegah persoalan berkembang menjadi gangguan Kamtibmas yang lebih besar.

Kegiatan GSB di Masjid Nurul Iman itu pun berlangsung penuh khidmat sekaligus akrab. Sekat antara aparat dan masyarakat seolah mencair dalam suasana ibadah dan silaturahmi.

Dari sajadah yang sama, pesan kebersamaan kembali diteguhkan: bahwa menjaga keamanan bukan hanya tentang patroli dan penegakan hukum, tetapi juga tentang hadir, mendengar dan membangun kepercayaan bersama masyarakat.

Melalui Gerakan Subuh Berjamaah tersebut, Polres 50 Kota berharap komunikasi dengan masyarakat semakin erat, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga Kabupaten Lima Puluh Kota tetap aman, nyaman dan kondusif.