Gemilang di Panggung Internasional, PSM Justicia Accordeo FH Unand Sabet Dua Medali di Malaysia
PADANG — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Andalas (Unand) di panggung internasional. Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Justicia Accordeo Fakultas Hukum Universitas Andalas berhasil mengharumkan nama kampus sekaligus Indonesia dalam ajang Malaysia Choral Eisteddfod (MCE) 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 21–22 Agustus 2026.
Dalam kompetisi paduan suara bergengsi tersebut, delegasi PSM Justicia Accordeo sukses membawa pulang dua medali, yakni Gold Medal pada kategori Folk and Indigenous Music serta Silver Medal pada kategori Mixed Choir.
Penampilan mereka berlangsung di Kuala Lumpur Performing Arts Center (KLPAC), salah satu panggung seni pertunjukan ternama di Kuala Lumpur. Di hadapan peserta dan penonton dari berbagai negara, lantunan suara para mahasiswa Unand menjadi bagian dari warna kompetisi seni vokal yang mempertemukan puluhan tim paduan suara dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Hukum Unand tidak hanya mampu menunjukkan prestasi dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki talenta dan daya saing di bidang seni hingga ke tingkat internasional.
Ketua tim mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang berhasil diraih setelah melalui rangkaian persiapan dan kompetisi.
“Alhamdulillah kami menang dua kategori, Bang. Gold Medal Category Folk and Indigenous Music dan Silver Medal Category Mixed Choir,” ujarnya.
Untuk mengikuti Malaysia Choral Eisteddfod 2026, PSM Justicia Accordeo membawa 36 orang delegasi. Mereka terdiri dari 27 penyanyi, tiga official delegasi, satu conductor, tiga pemusik atau accompanist, satu pelatih koreografi, serta satu dosen pendamping.
Kehadiran 36 anggota delegasi tersebut menunjukkan bahwa prestasi yang diraih bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kolaborasi, latihan, disiplin, kekompakan, serta semangat membawa nama besar Universitas Andalas dan Indonesia ke panggung internasional.
36 Anggota dalam Satu Misi Prestasi
Delegasi Malaysia Choral Eisteddfod PSM Justicia Accordeo FH Unand Tahun 2026 terdiri atas unsur manajemen, pelatih, pemusik, official delegasi, dan penyanyi.
Dari unsur manajemen, pelatih, dan pemusik terdapat Dr. Edita Elda, S.H., M.H. selaku Manajer Kemahasiswaan/Dosen Pendamping, Masni Fanshuri, S.S., Dr. RMNP sebagai pelatih PSM Justicia Accordeo, Fris Okta Falma, S.Sn., M.Pd. sebagai penanggung jawab pemusik, serta Ahmad Teguh Santoso dan Rahmat Afrianto sebagai pemusik. Sementara Wandi Oktavianus, A.Md. bertugas sebagai pelatih koreografi.
Tiga official delegasi yang turut mendukung perjalanan tim adalah Nashyfa Aisha Ronny, Mazaya Alia Syamer, dan Zila Annisa Andra.
Sementara itu, 27 penyanyi yang menjadi kekuatan utama PSM Justicia Accordeo dalam kompetisi tersebut terdiri dari Berliana Nur Annisa, Rifqi Zulianda Ramel, Rofiq Khairon, Arrijatul Hakim, Fatih Yoris Duano, Ikhsan Al-Amin, Rayhan Hayatul Ikhlas, Dealova Johari, Latifah Nasywa, Queen Latifa Vellabrini Prawira, Badri Zoni, Zikri Ramadhan, Meisya Zahra Putrinadin, Kasnyta Leoryn Sihombing, Muhammad Irsyad Yuriza, Annisa Syazwa Khairiya, Ocha Emilda Putri, Siti Naila, Amira Cleopatra Nugraha, Ahmad Daud, Kayla Ataya Syahira, Atha Nayla, Didakus Suseno Simatupang, Putri Wahidayah, Reyhan Salvatore Sihaloho, Taffine Khalfani Putra Wijaya, dan Muhammad Khalish Fadhillah.
Mayoritas anggota delegasi berasal dari Fakultas Hukum Universitas Andalas. Satu penyanyi tercatat berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Dua medali yang berhasil dibawa pulang dari Malaysia menjadi catatan prestasi tersendiri bagi PSM Justicia Accordeo. Emas dari kategori Folk and Indigenous Music dan perak dari kategori Mixed Choir menjadi buah dari keberanian mahasiswa Unand tampil di tengah persaingan paduan suara internasional.
Lebih dari sekadar medali, pencapaian tersebut menjadi cermin bahwa semangat berkarya mahasiswa dapat melampaui batas ruang kelas dan disiplin ilmu. Dari kampus di Ranah Minang, suara-suara muda Justicia Accordeo menggema di Kuala Lumpur, membawa nama Universitas Andalas dan Indonesia ke panggung seni internasional.
Prestasi itu sekaligus menjadi inspirasi bahwa dunia akademik dan seni bukanlah dua jalan yang harus dipilih salah satunya. Keduanya dapat berjalan beriringan, melahirkan mahasiswa yang berprestasi, kreatif, disiplin, dan mampu membawa nama almamater ke tingkat yang lebih luas.
