Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kabut Asap Menyelimuti, Daswippetra Bergerak: 20 Ribu Masker untuk Masyarakat




Solok — Ketika udara tak lagi sebening biasanya dan kabut asap mulai menyelimuti ruang-ruang aktivitas masyarakat, kepedulian tidak cukup hanya berhenti pada kata-kata.

Di tengah kondisi kualitas udara yang menurun, langkah nyata pun dilakukan. Sebanyak 20 ribu masker disalurkan kepada masyarakat dan pelajar sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang harus tetap beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat.

Bagi Daswippetra, persoalan yang dihadapi masyarakat harus mendapat respons. Bukan semata dalam bentuk penyampaian aspirasi, tetapi juga melalui tindakan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan.

“Bagi saya, ketika masyarakat sedang menghadapi persoalan, wakil rakyat harus hadir. Tidak cukup hanya menyampaikan keprihatinan, tetapi harus ada tindakan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap bantuan masker tersebut dapat digunakan sebagaimana mestinya, terutama oleh masyarakat dan pelajar yang masih harus menjalankan berbagai aktivitas di luar ruangan.

Menurutnya, masker menjadi salah satu bentuk perlindungan sederhana yang dapat digunakan masyarakat ketika kualitas udara memburuk. Karena itu, ia mengimbau warga untuk lebih memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada dalam kondisi tidak baik serta menggunakan masker apabila memang harus keluar rumah.

“Kita tentu berharap kondisi ini segera membaik. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi mudah-mudahan bisa membantu masyarakat dan menjadi bentuk kepedulian kita terhadap kondisi yang sedang mereka hadapi,” katanya.

Bagi Daswippetra, kabut asap bukan sekadar persoalan jarak pandang atau aktivitas yang terganggu. Di balik udara yang tercemar, ada masyarakat yang tetap harus bekerja, anak-anak yang harus bersekolah, serta keluarga yang membutuhkan rasa aman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Karena itu, perhatian terhadap masyarakat pesisir dan daerah yang terdampak penurunan kualitas udara dinilai penting. Pemerintah diharapkan terus melakukan pemantauan kondisi kualitas udara sekaligus mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar dampaknya terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.

Di tengah udara yang sedang tak bersahabat, 20 ribu masker itu mungkin bukan jawaban atas seluruh persoalan. Namun, bagi masyarakat yang menerimanya, bantuan tersebut menjadi tanda bahwa masih ada kepedulian yang hadir ketika mereka membutuhkan perlindungan.

Sebab, dalam setiap persoalan yang menyentuh kehidupan masyarakat, kehadiran bukan hanya tentang siapa yang datang dan berbicara, tetapi juga tentang apa yang mampu dilakukan setelah suara itu terdengar.