Masterplan 2027 RS M. Djamil Mulai Disiapkan, Dovy Djanas Dorong Lompatan Besar Layanan, Pendidikan dan Riset
PADANG — Di tengah tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang menatap masa depan dengan langkah yang lebih terukur. Bukan sekadar memperbesar bangunan, tetapi membangun ekosistem pelayanan kesehatan yang menyatukan layanan medis, pendidikan, hingga penelitian dalam satu tarikan napas.
Langkah strategis itu mulai dipersiapkan melalui Masterplan Pengembangan RS M. Djamil 2027, yang ditargetkan memasuki tahap eksekusi pada pertengahan tahun 2027.
Rencana besar tersebut dipaparkan langsung Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, saat menghadiri Rapat Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) di Aula Student Center Prof. dr. M. Syaaf, Kampus Jati, Padang.
Di hadapan jajaran akademisi FK Unand, Dovy Djanas menjelaskan bahwa pengembangan fisik RS M. Djamil telah masuk dalam skema pendanaan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) melalui Greenbook.
Tahap awal pembangunan akan diarahkan pada dua fasilitas strategis, yakni Gedung Central Medical Unit (CMU) dan Gedung Poliklinik Non-JKN.
Gedung CMU dirancang sebagai fasilitas yang terintegrasi untuk memperkuat dan mendukung layanan-layanan medis prioritas. Sementara Gedung Poliklinik Non-JKN diproyeksikan untuk menambah kapasitas serta memperluas ruang pelayanan rawat jalan.
Namun, bagi Dovy Djanas, pembangunan tersebut tidak boleh berhenti pada aspek fisik semata.
Lebih jauh, Masterplan 2027 juga dirancang untuk memperkuat jantung akademik RS M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama di Sumatera Barat.
Lantai 8 Gedung CMU nantinya diproyeksikan menjadi ruang khusus pendidikan dan penelitian klinis. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi jembatan yang semakin kokoh antara aktivitas pelayanan pasien dengan proses pendidikan dan pengembangan ilmu kedokteran.
“Karena RS M. Djamil merupakan rumah sakit pendidikan, kita memikirkan secara matang kebutuhan akademik tersebut. Di lantai 8 Gedung CMU nanti disiapkan sarana khusus pendidikan dan penelitian,” ujar Dovy Djanas.
Ia berharap dukungan dan kolaborasi dari FK Unand terus diperkuat, sehingga pembangunan yang dirancang tersebut mampu memberikan manfaat secara bersamaan bagi pelayanan kesehatan, pendidikan kedokteran dan penelitian.
“Kami mohon dukungan penuh dari FK Unand agar pengembangan ini memberi manfaat simultan bagi pelayanan, pendidikan, dan riset,” lanjutnya.
Bukan Sekadar Gedung, tetapi Ekosistem Pendidikan
Bagi RS M. Djamil dan FK Unand, hubungan rumah sakit dan institusi pendidikan bukan sekadar kerja sama kelembagaan. Keduanya merupakan bagian dari ekosistem yang saling menguatkan.
Dukungan terhadap rencana tersebut pun disampaikan Dekan FK Unand, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTEd.
Ia menegaskan kesiapan FK Unand untuk terus berkolaborasi sekaligus mengawal setiap tahapan pengembangan RS M. Djamil.
Menurut Sukri Rahman, peningkatan kualitas dan kapasitas fasilitas di RS M. Djamil akan memberikan dampak langsung terhadap proses pendidikan mahasiswa kedokteran maupun kualitas lulusan tenaga kesehatan.
“FK Unand siap mendukung dan berkolaborasi. Kita memiliki tujuan yang searah, yakni menjadikan RS M. Djamil semakin tangguh sebagai rumah sakit rujukan dan pendidikan, sekaligus mencetak SDM kesehatan unggul yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Sumatera Barat,” tuturnya.
Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi kebutuhan layanan kesehatan masa depan.
Sebab, rumah sakit pendidikan tidak hanya dituntut mampu memberikan pelayanan terbaik kepada pasien, tetapi juga harus menjadi ruang tumbuh bagi dokter, tenaga kesehatan, peneliti dan akademisi untuk melahirkan inovasi baru.
Melalui Masterplan 2027, RS M. Djamil tampaknya ingin memastikan dua hal berjalan beriringan: pelayanan yang semakin kuat dan ekosistem pendidikan yang semakin maju.
Dengan pembangunan Gedung CMU, Poliklinik Non-JKN serta fasilitas pendidikan dan penelitian di dalamnya, rumah sakit rujukan terbesar di Sumatera Barat itu tengah menyiapkan fondasi baru untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan di masa mendatang.
Dan di balik derap pembangunan itu, ada satu visi yang terus ditekankan: RS M. Djamil bukan hanya menjadi tempat masyarakat mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat lahirnya pengetahuan, inovasi dan sumber daya manusia kesehatan unggul untuk Sumatera Barat.
