Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PPK 1.3 Gustaf Fitriyadi Pacu Preservasi Jalan Bukittinggi–Batas Sumut, Jaga Nadi Konektivitas Tetap Aman dan Nyaman


SUMATERA BARAT — Di balik derasnya arus kendaraan yang setiap hari melintas dari Bukittinggi menuju perbatasan Sumatera Utara, ada pekerjaan panjang yang terus dilakukan untuk memastikan jalan nasional tetap menjadi jalur konektivitas yang andal.

Menjaga denyut jalur tersebut, PPK 1.3 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Gustaf Fitriyadi, bersama jajaran pelaksana terus memacu kegiatan preservasi pada ruas Jalan Nasional Bukittinggi–Batas Sumatera Utara.

Preservasi tidak sekadar memperbaiki jalan yang rusak. Lebih dari itu, pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan pengguna jalan, mempertahankan kemantapan jalan, sekaligus memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antardaerah tetap berjalan lancar.

Di bawah koordinasi PPK 1.3 Gustaf Fitriyadi, penanganan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh. Sejumlah pekerjaan mencakup mitigasi titik longsoran, Campuran Aspal Panas (CAP), pekerjaan mayor dan minor, hingga pemeliharaan rutin berupa pemotongan bahu jalan serta pembersihan drainase.

Langkah tersebut menjadi penting, terutama menghadapi kondisi cuaca penghujan yang berpotensi meningkatkan risiko genangan, kerusakan badan jalan maupun gangguan pada sejumlah titik rawan.

Salah satu pekerjaan utama berada di KM 100+300. Pada titik ini, pekerjaan mayor dilakukan sepanjang kurang lebih satu kilometer melalui penghamparan Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) dan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC).

Pekerjaan tersebut diarahkan untuk memperkuat struktur perkerasan sekaligus mengembalikan kualitas permukaan jalan sehingga pengguna jalan dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman.

Tidak berhenti di ruas jalan utama, penanganan minor juga dilakukan secara berkala pada Jembatan Patai A dan Jembatan Patai B, terutama melalui pengaspalan AC-WC. Pemeliharaan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas permukaan perkerasan jembatan yang menjadi salah satu bagian vital dalam jalur lintasan tersebut.

Gustaf Fitriyadi Tekankan Mutu Pekerjaan

Bagi PPK 1.3 Gustaf Fitriyadi, pekerjaan preservasi tidak hanya berbicara tentang seberapa cepat jalan kembali mulus, tetapi juga bagaimana memastikan setiap pekerjaan memenuhi standar teknis dan memiliki manfaat jangka panjang.

Karena itu, pengawasan mutu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian pekerjaan.

Tim PPK 1.3 melakukan pengujian lapangan melalui core drill pada lapisan AC-WC untuk memastikan ketebalan perkerasan sesuai dengan spesifikasi. Selain itu, paper test pada tack coat dilakukan guna memastikan lapisan perekat tersebar secara merata sebelum pekerjaan lapisan berikutnya dilaksanakan.

Sementara itu, pekerjaan patching menggunakan Campuran Aspal Panas (CAP) terus dilakukan pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan. Penanganan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kondisi lapangan sekaligus untuk mencegah kerusakan berkembang menjadi lebih luas.

Langkah-langkah teknis tersebut memperlihatkan bahwa preservasi yang dikawal PPK 1.3 Gustaf Fitriyadi tidak berhenti pada tampilan permukaan jalan semata, melainkan mencakup penguatan kualitas konstruksi dari lapisan hingga sistem pendukung jalan.

Pengguna Jalan Rasakan Dampaknya

Pekerjaan yang berlangsung di sepanjang lintasan tersebut turut mendapat respons positif dari masyarakat dan pengguna jalan.

Rahman (42), seorang pengemudi angkutan logistik yang rutin melewati rute Bukittinggi–Sumatera Utara, mengaku merasakan perubahan setelah sejumlah titik mendapatkan penanganan.

"Sebelumnya ada beberapa titik yang bergelombang dan rawan, apalagi kalau malam atau hujan. Sekarang setelah diaspal mulus dan ditambal, perjalanan terasa jauh lebih aman, halus, dan hemat waktu. Kami sebagai sopir sangat bersyukur dan berterima kasih atas respons cepat dari BPJN Sumbar," ungkap Rahman saat ditemui di area perhentian jalan.

Hal senada disampaikan Firna (38)warga yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan preservasi. Menurutnya, penataan bahu jalan dan pembersihan drainase memberikan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat.

"Pembersihan parit dan bahu jalan ini sangat berdampak. Selain jalannya jadi mulus, air tidak lagi menggenang ke badan jalan saat hujan deras. Kami merasa lebih tenang melintas sehari-hari," tuturnya.

Menjaga Jalan, Menjaga Pergerakan Ekonomi

Ruas Bukittinggi–Batas Sumatera Utara bukan sekadar hamparan aspal yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Jalur tersebut menjadi bagian penting dari pergerakan masyarakat, kendaraan logistik, serta aktivitas ekonomi lintas daerah.

Karena itu, preservasi yang dilakukan PPK 1.3 Gustaf Fitriyadi bersama BPJN Sumatera Barat menjadi bagian dari ikhtiar menjaga agar konektivitas tersebut tetap terpelihara.

Jalan yang mantap berarti perjalanan yang lebih nyaman. Drainase yang berfungsi berarti risiko genangan dapat ditekan. Sementara penanganan titik rawan dan kerusakan secara cepat menjadi langkah preventif agar gangguan perjalanan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Melalui pekerjaan preservasi yang dilakukan secara berkelanjutan, BPJN Sumatera Barat terus berupaya memastikan ruas jalan nasional tetap berada dalam kondisi aman, mantap dan nyaman bagi masyarakat.

Selama pekerjaan berlangsung, pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati, mengurangi kecepatan saat melintasi zona pekerjaan, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan.

Di balik setiap kilometer jalan yang terawat, ada kerja teknis dan pengawasan yang terus bergerak. PPK 1.3 Gustaf Fitriyadi dan jajaran BPJN Sumbar memastikan jalur Bukittinggi–Batas Sumut tetap menjadi nadi konektivitas yang terus mengalir bagi masyarakat dan perekonomian Sumatera Barat.