Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Yesi Endriyeni Ajak Orang Tua Menyesuaikan Pola Asuh di Era Digital, Berbagi Perspektif Parenting di MTsN 2 Bukittinggi


BUKITTINGGI — Di tengah derasnya arus teknologi dan derasnya informasi yang nyaris tak mengenal jeda, mendidik anak bukan lagi sekadar perkara mewariskan cara lama. Dunia anak telah berubah, dan pola asuh pun dituntut untuk tumbuh mengikuti perubahan zaman.

Pesan tersebut mengemuka saat Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Yesi Endriyeni berkunjung ke MTsN 2 Kota Bukittinggi. Dalam kesempatan itu, Yesi berbagi perspektif tentang pentingnya parenting di tengah kehidupan anak-anak yang semakin lekat dengan teknologi dan media sosial.

Menurut Yesi, anak-anak masa kini tumbuh dalam lingkungan yang sangat berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Teknologi, media sosial, serta derasnya arus informasi telah menjadi bagian dari keseharian mereka.

Karena itu, kata Yesi, pola asuh tidak bisa berjalan dengan pendekatan yang sepenuhnya sama seperti masa lalu.

“Bukan berarti cara dulu salah, tetapi tantangan dan kebutuhan anak kini berbeda,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikannya.

Yesi menilai, orang tua memiliki peran besar dalam memahami dunia tempat anak-anak mereka tumbuh. Kehadiran orang tua bukan hanya untuk memberikan aturan, tetapi juga menjadi ruang aman bagi anak untuk bercerita, bertanya, dan menemukan arah di tengah derasnya perubahan.

Parenting, menurut Yesi, bukan sekadar mengulang bagaimana seseorang dahulu dibesarkan. Lebih dari itu, parenting adalah seni memahami dunia anak, lalu mendampingi mereka agar mampu tumbuh dengan karakter yang kuat di tengah perkembangan zaman.

Di hadapan lingkungan MTsN 2 Kota Bukittinggi, Yesi juga menekankan bahwa perkembangan teknologi seharusnya tidak semata-mata dipandang sebagai ancaman. Dengan pendampingan yang tepat, teknologi dapat menjadi sarana belajar dan berkembang bagi generasi muda.

Namun, pengawasan dan komunikasi antara orang tua dengan anak tetap menjadi fondasi yang tidak boleh ditinggalkan.

Kunjungan tersebut menjadi ruang bertukar gagasan antara wakil rakyat dan lingkungan pendidikan. Bagi Yesi, membangun generasi masa depan tidak cukup hanya melalui kebijakan, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap lingkungan keluarga dan pendidikan.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada MTsN 2 Kota Bukittinggi atas sambutan dan kesempatan yang diberikan untuk berbagi pemikiran mengenai pengasuhan anak di era yang terus bergerak.

“Terima kasih MTsN 2 Kota Bukittinggi atas sambutan dan ruang untuk berbagi,” ujar Yesi.

Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, pesan Yesi terasa sederhana namun mendalam: anak-anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna, melainkan orang tua yang mau terus belajar memahami dunia mereka.