Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Membuka Jalan, Menggerakkan Ekonomi: BMCKTR Sumbar Perkuat Akses Tanjung Ampalu–Sijunjung


SIJUNJUNG — Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam memperkuat infrastruktur jalan terus diwujudkan melalui pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kali ini, rekonstruksi ruas Jalan Tanjung Ampalu–Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, mulai direalisasikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas konektivitas dan menunjang denyut perekonomian daerah.

Melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat, di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Armizoprades, pembangunan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam menghadirkan infrastruktur jalan yang lebih mantap, aman, dan nyaman bagi pengguna jalan.

Rekonstruksi jalan ini bukan semata-mata pekerjaan memperbaiki badan jalan. Lebih dari itu, pembangunan tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung distribusi barang dan hasil pertanian, serta memperkuat hubungan antarkawasan di Kabupaten Sijunjung.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi pekerjaan, kegiatan rekonstruksi tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp11.974.892.436, yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2026.

Pekerjaan ini dilaksanakan berdasarkan kontrak Nomor 620/28.01/KTR-P.008-REKONS-BM/VII/2026, tertanggal 28 Juli 2026, dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender.

Adapun pelaksana pekerjaan adalah PT Anathama Konstruksi Utama, sementara pengawasan dipercayakan kepada PT Indo Desain Nusantara.

Infrastruktur Berkualitas, Penggerak Ekonomi Masyarakat

Ruas Tanjung Ampalu–Sijunjung memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat. Jalan yang memadai menjadi kebutuhan mendasar, baik bagi warga yang berangkat bekerja, pelaku usaha yang mendistribusikan barang dagangan, maupun petani yang membawa hasil produksi menuju pasar.

Kondisi jalan yang semakin baik diharapkan mampu memberikan kenyamanan berkendara, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta membantu memperlancar arus transportasi. Pada akhirnya, infrastruktur yang berkualitas dapat menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, pelaksanaan rekonstruksi ini diharapkan tidak hanya mengejar penyelesaian fisik pekerjaan, tetapi juga mengedepankan kualitas konstruksi, kesesuaian spesifikasi teknis, dan ketahanan jalan dalam jangka panjang.

Dengan nilai kontrak hampir Rp12 miliar, setiap tahapan pekerjaan perlu dilaksanakan secara profesional dan akuntabel. Pengawasan yang optimal menjadi bagian penting untuk memastikan penggunaan anggaran daerah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Warga Sambut Positif Pembangunan Jalan

Manfaat pembangunan infrastruktur jalan turut menjadi harapan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut untuk menunjang aktivitas mereka.

Erni, salah seorang warga, menyampaikan apresiasi atas dimulainya rekonstruksi ruas jalan tersebut. Menurutnya, kondisi jalan yang baik sangat membantu kelancaran kegiatan sehari-hari masyarakat.

“Sebagai masyarakat, kami tentu sangat berterima kasih dan mengapresiasi pembangunan ini. Jalan yang baik sangat membantu aktivitas sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang menggunakan akses ini untuk bekerja, berdagang maupun membawa hasil pertanian,” ujar Erni.

Apresiasi tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan infrastruktur jalan memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat. Jalan bukan sekadar hamparan aspal yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya, melainkan urat nadi yang menggerakkan aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Komitmen Pembangunan yang Berorientasi pada Manfaat

Melalui Dinas BMCKTR Sumatera Barat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat diharapkan terus mengawal pelaksanaan rekonstruksi ruas Tanjung Ampalu–Sijunjung agar berjalan sesuai ketentuan kontrak, memenuhi standar mutu, serta diselesaikan tepat waktu.

Kualitas pekerjaan dan pengawasan yang berkesinambungan menjadi faktor penting agar infrastruktur yang dibangun tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga mampu menunjang kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

Dengan terealisasinya rekonstruksi ini, harapan akan akses jalan yang lebih baik di Kabupaten Sijunjung kian mendekati kenyataan. Sebuah pembangunan yang pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang anggaran dan konstruksi, tetapi juga tentang kemudahan perjalanan, kelancaran ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Sumatera Barat.