Gemilang di Porprov XVI Sumbar 2026, Panahan Kota Padang Koleksi 32 Medali, Sadjila Nuke Febidara Sapu Bersih Emas Recurve
PADANG — Ketepatan bidikan, ketenangan membidik sasaran, dan ketangguhan mental menjadi kunci keberhasilan atlet panahan Kota Padang dalam mengukir prestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Setelah seluruh nomor pertandingan di berbagai divisi rampung digelar, kontingen Kota Padang berhasil mengoleksi 32 medali, sekaligus menunjukkan kekuatan dan potensi besar olahraga panahan di ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut.
Berdasarkan hasil akhir pertandingan yang disampaikan, kontingen panahan Kota Padang sukses membawa pulang 9 medali emas, 9 medali perak, dan 14 medali perunggu. Capaian ini menjadi bukti kerja keras para atlet yang telah berjuang melewati setiap babak pertandingan dengan konsentrasi, disiplin, dan semangat pantang menyerah.
Dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut, Kota Padang menurunkan sebanyak 32 atlet untuk bersaing di berbagai nomor dan divisi. Mereka hadir bukan sekadar untuk membidik sasaran, melainkan juga membawa harapan daerah untuk berdiri di podium kehormatan.
Di antara deretan atlet yang bersinar, nama Sadjila Nuke Febidara mencuri perhatian. Atlet panahan Kota Padang ini tampil cemerlang dengan menyapu bersih empat medali emas di divisi recurve. Prestasi tersebut menjadikannya salah satu penyumbang emas paling menonjol bagi kontingen Kota Padang.
“Alhamdulillah, saya bisa mendapatkan 4 medali emas dari divisi recurve. Saya sangat bersyukur bisa menyapu bersih semua medali emas di divisi ini,” ungkap Sadjila dengan penuh rasa syukur.
Keberhasilan Sadjila bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menambah semangat keluarga besar panahan Kota Padang untuk terus melahirkan atlet-atlet berprestasi. Di balik setiap anak panah yang melesat menuju sasaran, ada latihan panjang, ketekunan, dan kemampuan menjaga fokus di tengah tekanan pertandingan.
Perpani Padang Perluas Pembinaan, Bidik Lebih Banyak Atlet Berprestasi
Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Padang, Alfi Beben One, menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh atlet yang telah mengharumkan nama daerah pada Porprov XVI Sumbar 2026.
Menurutnya, capaian 32 medali tersebut menjadi modal berharga untuk memperkuat pembinaan panahan di Kota Padang. Namun, prestasi hari ini bukanlah garis akhir. Sebaliknya, keberhasilan tersebut menjadi pijakan untuk memperluas regenerasi atlet dan membangun ekosistem olahraga panahan yang semakin kuat.
“Kami di Padang ini lagi semangat-semangatnya membuka klub-klub baru untuk Kota Padang. Sekarang kita buka yang pertama itu lapangan di DPRD Kota Padang, dan yang kedua Perpani di Kelurahan Bandar Buat, Kompleks Unand,” ujar Alfi.
Langkah membuka klub dan memperluas tempat latihan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan olahraga panahan kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki minat dan potensi untuk berkembang sebagai atlet.
Perpani Kota Padang ingin memastikan bahwa pembinaan tidak hanya bertumpu pada atlet yang telah berprestasi, tetapi juga membuka jalan bagi munculnya bibit-bibit baru yang kelak mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Optimisme itu semakin menguat seiring harapan Kota Padang untuk menjadi tuan rumah Porprov pada 2028 mendatang.
“Insyaallah, Kota Padang mungkin 2028 menjadi tuan rumah Porprov. Jadi, bagaimana kita membuat atlet kita sebanyak mungkin untuk menjadi juara, mendapat dan mendulang emas,” tutur Alfi.
Harapan tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi Perpani Kota Padang untuk mempersiapkan atlet sejak dini. Ketersediaan klub, fasilitas latihan, pelatih, serta kompetisi yang berkesinambungan menjadi unsur penting dalam membangun kekuatan tim yang mampu bersaing dan meraih hasil terbaik.
Mengenal Divisi Panahan dan Batasan Usia Atlet
Dalam cabang olahraga panahan, setiap divisi memiliki karakteristik dan ketentuan pertandingan tersendiri. Sadjila menjelaskan bahwa ketentuan usia atlet bergantung pada divisi yang diikuti.
Pada divisi standard bow atau busur standar berbahan kayu, peserta dibatasi hingga usia 20 tahun. Sementara itu, divisi recurve dan compound tidak memiliki batasan usia sebagaimana dijelaskan Sadjila.
Perbedaan tersebut memberikan ruang bagi atlet dengan karakteristik dan kemampuan yang beragam untuk mengembangkan potensi sesuai divisi yang dipertandingkan.
Bagi Kota Padang, keberhasilan meraih sembilan medali emas, sembilan perak, dan 14 perunggu menjadi gambaran bahwa pembinaan panahan memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Terlebih, munculnya atlet seperti Sadjila yang mampu menyapu bersih emas di divisi recurve memperlihatkan potensi yang patut dijaga melalui pembinaan berkelanjutan.
Porprov XVI Sumbar 2026 pun menjadi lebih dari sekadar ajang perebutan medali. Kompetisi ini menjadi ruang pembuktian, tempat menempa mental juara, sekaligus panggung untuk merawat mimpi para atlet.
Dengan semangat memperluas klub, memperkuat pembinaan, dan menyiapkan generasi penerus, Perpani Kota Padang kini menatap masa depan dengan optimisme. Bidikan berikutnya bukan hanya menuju sasaran di arena pertandingan, tetapi juga menuju prestasi yang lebih tinggi dan harapan menjadikan Kota Padang sebagai salah satu kekuatan utama panahan di Sumatera Barat.
