Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SDABK Sumbar Kawal Pengamanan Tebing Ganting–Kubang, Enam Titik Kritis Kambang Utara Diharapkan Jadi Prioritas


 PESISIR SELATAN — Upaya memperkuat perlindungan kawasan sungai dan menjaga keselamatan masyarakat terus menjadi bagian penting dari pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat. Melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat, pembangunan pengamanan tebing di kawasan Ganting–Kubang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, terus dimonitor agar pelaksanaannya berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pembangunan yang bersumber dari Dana Transfer ke Daerah (TKD) Provinsi tersebut menjadi langkah penting dalam mengantisipasi ancaman pengikisan tebing sungai yang berpotensi mengganggu permukiman dan lahan pertanian warga.

Di kawasan yang kehidupan masyarakatnya berkelindan dengan aliran sungai itu, pengamanan tebing bukan sekadar pekerjaan konstruksi. Lebih dari itu, pembangunan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar melindungi ruang hidup masyarakat dari ancaman alam, terutama ketika debit air meningkat pada musim hujan.

Melalui kegiatan monitoring, SDABK Sumbar mengawal pelaksanaan pekerjaan agar tetap berorientasi pada perencanaan teknis dan tujuan pembangunan. Pengawasan menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi sebagaimana mestinya dalam membantu mengurangi risiko pengikisan tebing sungai.

SDABK Sumbar Hadir Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Bagi masyarakat setempat, pembangunan pengamanan tebing Ganting–Kubang menghadirkan harapan baru. Warga mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap kebutuhan infrastruktur perlindungan sungai di wilayah mereka.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, serta anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Zarfi Deson, bersama jajaran anggota DPRD lainnya yang dinilai turut memberikan perhatian dan mengawal aspirasi pembangunan daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Vasco Ruseimy selaku Wakil Gubernur Sumatera Barat yang telah memberikan perhatian terhadap pembangunan di daerah kami. Terima kasih juga atas pengawalan dan perjuangan dari Bapak Zarfi Deson beserta jajaran anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat lainnya,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat, Selasa (20/10/2026).

Bagi warga, pembangunan yang dilaksanakan melalui SDABK Sumbar tersebut menjadi langkah yang diharapkan mampu memberikan perlindungan lebih baik terhadap kawasan di sepanjang aliran sungai. Mereka berharap keberadaan bangunan pengaman tebing dapat membantu menjaga tanah di sekitar sungai sekaligus mengurangi ancaman terhadap permukiman dan lahan pertanian.

Enam Titik Kritis Menanti Kelanjutan Pembangunan

Meski menyambut baik pembangunan yang sedang berjalan, masyarakat Kambang Utara masih menyimpan harapan besar terhadap keberlanjutan program pengamanan tebing. Sebab, masih terdapat enam titik kritis, mulai dari Pasia Laweh hingga Padang Panjang II, yang menurut warga membutuhkan penanganan segera.

“Kami sangat mengharapkan pembangunan pengamanan tebing di Kambang Utara pada tahun-tahun berikutnya dapat diprioritaskan. Masih ada enam titik kritis dari Pasia Laweh hingga Padang Panjang II yang sangat mendesak untuk ditangani,” ungkapnya.

Enam titik tersebut dinilai rawan dan membutuhkan perhatian serius agar potensi kerusakan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Terlebih, ketika musim hujan tiba, derasnya aliran sungai dapat meningkatkan risiko pengikisan tebing dan mengancam kawasan di sekitarnya.

Karena itu, masyarakat berharap SDABK Sumbar dapat terus mengawal kebutuhan pembangunan pengamanan tebing secara berkelanjutan, dengan mempertimbangkan tingkat kerawanan dan urgensi penanganan pada setiap lokasi.

Harapan tersebut sekaligus menjadi aspirasi agar program perlindungan sungai tidak berhenti pada satu kawasan, melainkan dapat dilanjutkan secara bertahap sesuai perencanaan, ketersediaan anggaran, dan prioritas teknis.

Infrastruktur Berdaya Guna, Masyarakat Lebih Terlindungi

Pembangunan pengamanan tebing Ganting–Kubang memperlihatkan pentingnya peran SDABK Sumbar dalam mendukung penyediaan infrastruktur sumber daya air yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Keberhasilan pembangunan tidak hanya tercermin dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari fungsi bangunan dalam membantu mengurangi risiko kerusakan tebing, menjaga lingkungan permukiman, dan melindungi lahan produktif warga.

Di sepanjang sungai kawasan Ganting–Kubang, masyarakat kini menaruh harapan agar upaya perlindungan tersebut dapat terus diperkuat. Enam titik kritis yang masih menunggu penanganan menjadi pekerjaan lanjutan yang perlu mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan mendatang.

Bagi warga Kambang Utara, setiap pembangunan pengamanan tebing memiliki arti yang jauh melampaui beton dan batu yang tersusun. Di sana ada harapan untuk menjaga rumah, mempertahankan lahan pertanian, dan memastikan keluarga dapat menjalani kehidupan dengan rasa aman.

Sementara bagi SDABK Sumbar, pengawalan pembangunan infrastruktur sumber daya air menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Barat.