Shadiq Pasadigoe Ajak PERSI Perkuat Pelayanan Kesehatan, Rumah Sakit Harus Jadi Tumpuan Harapan Masyarakat
PADANG----Peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan, modernisasi fasilitas dan teknologi medis, serta penguatan tata kelola rumah sakit yang profesional menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas. Namun, di balik kemajuan teknologi dan megahnya fasilitas kesehatan, ada satu hal yang tidak boleh kehilangan makna, yakni pelayanan yang humanis, penuh kepedulian, dan mengutamakan keselamatan pasien.
Hal tersebut menjadi perhatian dari Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem Ir.M Shadiq Pasadigoe S.H,.MM Menurutnya, pelayanan kesehatan bukan sekadar urusan medis dan penyembuhan penyakit, melainkan bagian dari pemenuhan hak dasar masyarakat yang harus diwujudkan melalui pelayanan yang mudah diakses, terjangkau, bermutu, serta berkeadilan.
Karena itu, rumah sakit dituntut untuk terus berbenah, berinovasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan. Profesionalisme tenaga kesehatan harus berjalan seiring dengan pembaruan teknologi medis dan tata kelola kelembagaan yang transparan serta akuntabel.
“Rumah sakit bukan hanya tempat mengobati penyakit, tetapi juga tempat menghadirkan harapan, kepedulian, dan kemanusiaan. Kita ingin masyarakat Sumatera Barat dan Riau mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik tanpa harus selalu pergi jauh ke luar negeri,” ungkapnya.
Bagi Shadiq, kemajuan dunia kesehatan tidak cukup hanya diukur dari kelengkapan peralatan medis ataupun kemegahan bangunan rumah sakit. Lebih dari itu, keberhasilan pelayanan kesehatan tercermin dari kepercayaan masyarakat, ketulusan tenaga medis dalam melayani, serta kemampuan rumah sakit memberikan rasa aman dan nyaman kepada setiap pasien.
Ia berharap kepengurusan Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) yang baru dilantik mampu membawa energi dan semangat baru bagi kemajuan dunia kesehatan di Sumatera Barat dan Riau.
Penguatan jejaring antarrumah sakit, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta pertukaran pengalaman dan inovasi pelayanan diharapkan menjadi langkah nyata untuk mendorong rumah sakit di kedua provinsi tersebut semakin maju, kompetitif, dan dipercaya masyarakat.
Harapan itu bukan sekadar pandangan dari luar. Shadiq memiliki pengalaman pribadi yang memberinya pemahaman lebih mendalam tentang arti pelayanan kesehatan.
Pengalaman menjalani perawatan selama 28 hari di RSUP Dr. M. Djamil Padang menjadi bagian perjalanan hidup yang meninggalkan kesan tersendiri. Dari pengalaman tersebut, ia melihat sekaligus merasakan bahwa kemampuan tenaga medis dan fasilitas kesehatan dalam negeri memiliki potensi besar untuk memberikan pelayanan terbaik.
Pengalaman itu pula yang semakin menguatkan keyakinannya bahwa kepercayaan terhadap kemampuan bangsa sendiri harus terus dibangun dan diperkuat, termasuk dalam sektor pelayanan kesehatan.
Baginya, rumah sakit harus menjadi tempat masyarakat menggantungkan harapan, tempat kesembuhan diperjuangkan, dan tempat nilai-nilai kemanusiaan senantiasa dijunjung tinggi.
Sebab, pada akhirnya, kualitas sebuah rumah sakit bukan hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang dimiliki, tetapi juga seberapa besar kepedulian yang diberikan kepada setiap insan yang datang untuk mencari kesembuhan.
