PADANG -- Sering terjadinya bencana longsor di kawasan pendakian Sitinjau Lauik dalam waktu sebulan terakhir, jalur utama Padang - Solok lumpuh akibat badan jalan tertimbun material longsor.

Ditambah lagi saat ini musim hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. Sehingga Senin (29/8) malam kembali terjadi longsor. 

Dikarenakan kejadian ini sangat mengkhawatirkan, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama OPD terkait langsung meninjau ke lokasi longsor, Selasa (30/8/2022) pagi.

Dalam tinjauan tersebut Gubernur Mahyeldi mengatakan, sepertinya jalan ini kian sangat mengkhawatirkan, apalagi jalan ini merupakan jalan utama Padang - Solok. Tambah lagi jalan lintas ini juga banyak kendaraan truck bermuatan berat yang juga bisa menjadi pemicu terjadinya longsor. 

Terlihat dinding tebing dan bahu jalan mengalami longsor di beberapa titik sehingga membutuhkan perbaikan secepatnya. Apalagi ditambah adanya batu besar di atas bukit yang bisa membahayakan pengendara melintas jalan tersebut. 

"Keadaan ini susah menyangkut keselamatan banyak orang, harus kita atasi secepatnya. Setidaknya kita singkirkan batu besar dahulu, sebelum ada korban," pinta Mahyeldi.

Untuk menyikapi pemangkasan dan pelebaran jalan, Pemprov Sumbar harus melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Kementerian Kehutanan dan Kementerian PUPR, karena ini merupakan kewenangan di Pemerintahan Pusat.

"Ini harus segera diantisipasi, karena ini kewenangannya di Pemerintahan Pusat kita segera komunikasikan, agar bisa segera ditindaklanjuti," sebut Mahyeldi.

Terlihat, ada tiha alat berat melaku pekerjaan menyingkirkan material longsor. Diperkirakan ada sekitar 100 meter jalan tertimbun

Menurut Mahyeldi, hasil dari rapat beberapa kali dengan pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) III Kementerian PUPR. untuk mengantisipasi potensi longsor di kawasan yang menghubungkan Padang - Solok tersebut.

"Yang penting jalan ini bisa dilalui, masyarakat aman dan tidak boleh terhambat, karena inflansi di Sumbar sudah meningkat. Kalau transportasi terhambat, perekonomian kita akan berpengaruh," ungkapnya.

Mahyeldi menyampaikan jalur menuju ke Padang, memang penuh resiko, untuk itu perlu perencanaan strategis jangka panjang.  

Untuk itu, Gubernur mengharapkan dari Balai Pelaksana Jalan Nasional bisa melihat dimana titik - titik yang beresiko, sehingga nantinya perlu dilakukan langkah-langkah strategis jangka panjang.

"Rencana perbaikan jalur jalan Padang - Solok ini akan dilaksanakan pada tahun 2023, InsyaAllah, bisa berjalan lancar nantinya," ucapnya.

Mengikapi apa yang disampaikan Gubernur Sumbar, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumbar Syahputra A Gani mengatakan, untuk pemangkasan bukit tersebut pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa, karena terkendala kewenangan ada pada pihak Kehutanan.

"Karena bukit ini masuk dalam kawasan hutan lindung, sehingga kami tidak bisa bekerja maksimal," ujar Putra.

Namun dalam untuk pembersihan jalan akibat longsor telah dilakukannya dan menyiapkan tiga unit alat berat di kawasan tersebut.

Bahkan pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi terjadi longsor, untuk itu perlu kajian lebih mendalam dengan melibatkan kementerian dan akademisi. Sehingga ada langkah startegis untk jangka panjang. (nov)
 
Top