DALAM konteks penyalahgunaan narkoba, semua masyarakat harus sadar bahwa narkoba merupakan sesuatu yang salah, buruk sekaligus membahayakan. Dalam melakukan kampanye anti narkoba, para pengiat anti narkoba harus membuat program sosialisasi atau pemberian informasi kepada anak-anak, remaja, dan masyarakat di setiap nagari.


Hal tersebut disampaikan Ketua Lembaga Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat DR. H. Fauzi Bahar, M.Si, Dt. Rajo Nan Sati saat bersilaturahmi dengan jajaran pengurus Aliansi Anti Narkoba (Lians) Sumbar, Selasa (25/7/23), di sekretariat Lians Jalan Tan Malaka, Kota Padang.


Dilanjutkannya, Lians sebagai lembaga anti nankoba harus bisa menjadi motor penggerak dalam melakukan upaya-upaya preventif dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkotika dan prekursor narkotika.


Dengan kegiatan penyuluhan dari Lians Sumbar akan bahaya narkoba tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya serta dapat menjadi penggiat anti narkoba di lingkungannya, harap Fauzi Bahar.


"Saya sebagai Ketua LKAAM Sumbar sangat mendukung dan apresiasi dengan hadirnya Lians sebagai salah satu lembaga anti narkoba di daerah ini. Somoga semua kegiatan Lians dapat mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba selama ini", harap Fauzi Bahar.


Fauzi Bahar juga berpesan, untuk menghindari penyalahgunaan narkoba ada beberapa kiat yang disarankan seperti, hindari rasa penasaran untuk mencoba. Ketahui dampak buruk pemakaian narkoba untuk kesehatan fisik dan mental. Lakukan kegiatan positif seperti olahraga atau atau bergabung dengan organisasi tertentu. Dan, hindari pergaulan malam, pesannya mengakhiri.


Sementara itu Ketua Lians  Firman Sikumbang menyampaikan terimakasih atas dukungan dan silaturahmi dari Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar. "Karena dukungan ini bisa menjadi energi kebaikan untuk Lians berbuat yang positiv di masyarakat".


Dari sini, Lians akan ikut berperan dalam membangun generasi "Ranah Minang" yang sehat, yang terbebas dari pengaruh buruk narkoba, tekat Firman mengakhiri.(***)

 
Top