Dalam Hening yang Khidmat, Polda Sumbar Menengadahkan Doa untuk Negeri
PADANG---Langit pagi di Ranah Minang tampak teduh ketika jajaran Polda Sumbar menggelar doa bersama yang sarat makna dan harapan. Di tengah suasana yang khidmat, para pejabat utama, anggota kepolisian, serta tamu undangan duduk bersisian, menanggalkan sekat jabatan dalam satu tujuan: memohon keberkahan dan keselamatan bagi negeri.
Acara diawali dengan sambutan Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta. Dengan suara tenang namun penuh ketegasan, beliau mengajak seluruh hadirin menjadikan momentum doa bersama ini sebagai ruang perenungan. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas, memperkuat sinergi, serta menghadirkan kepolisian yang humanis dan presisi di tengah masyarakat. Dalam setiap untaian katanya, terselip harapan agar tugas dan pengabdian senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Selepas sambutan, suasana kian syahdu saat tausiah disampaikan oleh ustad Adi Hidayat. Dengan gaya tutur yang menyejukkan sekaligus menggugah, ia mengingatkan bahwa kekuatan sejati seorang insan terletak pada kebersihan hati dan kelurusan niat. Ia mengajak seluruh anggota kepolisian untuk menjadikan tugas sebagai ladang ibadah, tempat menanam kebaikan yang kelak berbuah keberkahan. Setiap kalimat yang meluncur terasa meresap, menyentuh relung batin para hadirin.
Puncak acara ditutup dengan doa bersama. Tangan-tangan terangkat, kepala-kepala tertunduk, dan lirih amin bersahut dalam keheningan yang menggetarkan. Ada haru yang menggantung di udara—sebuah kesadaran bahwa di balik seragam dan tanggung jawab besar, mereka tetaplah manusia yang berharap perlindungan dan ridha-Nya.
Doa bersama itu bukan sekadar seremoni, melainkan ikhtiar batin untuk meneguhkan langkah. Di bawah naungan langit Sumatera Barat, harapan pun kembali disemai: agar pengabdian tetap lurus, keadilan tetap tegak, dan kedamaian senantiasa bersemayam di bumi Minangkabau.
