Polda Sumbar Gelar Tabligh Akbar Bersama 1000 Anak Yatim dan Duafa
PADANG---Langit Ranah Minang seakan menunduk teduh ketika Polda Sumbar menggelar tabligh akbar bersama anak-anak yatim dan kaum duafa. Bertempat di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, rumah ibadah yang megah sekaligus sarat sejarah itu menjadi saksi pertemuan hati antara aparat dan masyarakat dalam balutan iman dan kasih sayang.
Di bawah kubah yang menjulang, lantunan ayat suci menggema, menyusup ke relung jiwa setiap hadirin. Anak-anak yatim duduk bersaf rapi, wajah-wajah polos mereka memancarkan harap. Kaum duafa hadir dengan ketulusan, menyatu dalam suasana penuh khidmat. Tak ada sekat, tak ada jarak—yang ada hanyalah kebersamaan dalam cahaya keimanan.
Kapolda Sumbar, Irjend Pol Gatot Tri Suryanta, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Polri untuk membangun kedekatan dengan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa kehadiran Polri bukan semata sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan pelindung yang tumbuh bersama denyut kehidupan rakyat. “Melalui momentum ini,” tuturnya dengan suara tenang namun penuh makna, “kami ingin mempererat silaturahmi, meneguhkan empati, dan menghadirkan Polri yang semakin humanis.”
Suasana kian menggetarkan ketika tausiah disampaikan oleh ustad kondang, Adi Hidayat. Dengan gaya tutur yang jernih dan menyentuh, ia mengajak seluruh hadirin untuk memuliakan anak yatim, menguatkan yang lemah, dan menjadikan kepedulian sebagai jalan menuju keberkahan. Setiap kalimatnya mengalir lembut namun menghunjam, mengingatkan bahwa kemuliaan sebuah bangsa terletak pada cara ia memperlakukan mereka yang membutuhkan.
Di penghujung acara, doa-doa dipanjatkan dengan penuh haru. Tangan-tangan terangkat, mata-mata terpejam, dan harapan-harapan melambung ke langit Sumatera Barat. Tabligh akbar itu bukan sekadar seremoni, melainkan perjumpaan nurani sebuah ikhtiar merawat kemanusiaan dan memperkuat jembatan kasih antara Polri dan masyarakat.
Di Masjid Raya itu, hari itu, bukan hanya lantunan doa yang bergema, tetapi juga tekad untuk terus menanam kebaikan di bumi Minangkabau.
