"Keselamatan di Atas Segalanya”Lembah Anai Kembali Terapkan Sistem Buka-Tutup Mulai 1 April 2026
SUMBAR— Aktivitas lalu lintas di jalur strategis Lembah Anai kembali memasuki babak penyesuaian. Mulai Rabu, 1 April 2026, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat resmi memberlakukan kembali sistem buka-tutup, menyusul berakhirnya masa diskresi selama libur Lebaran dan masih berlangsungnya proyek perbaikan jalan permanen.
Di balik kebijakan ini, tersimpan satu pesan tegas: keselamatan tidak bisa ditawar.
Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil risiko di tengah kondisi jalan yang belum sepenuhnya pulih. Ia menekankan bahwa pengaturan lalu lintas saat ini bukan semata soal kelancaran, melainkan perlindungan terhadap nyawa pengguna jalan.
“Keselamatan jiwa pengguna jalan adalah prioritas utama. Kami tidak ingin kelancaran arus justru mengorbankan keselamatan. Dengan kondisi jalan yang masih dalam tahap pemulihan, pengendalian volume kendaraan menjadi langkah mitigasi paling efektif,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dasar kuat diberlakukannya sistem buka-tutup yang akan berlangsung setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB, tanpa pengecualian untuk seluruh jenis kendaraan. Sementara di luar jam tersebut, arus lalu lintas kembali dibuka normal dua arah, baik dari Padang menuju Bukittinggi maupun sebaliknya.
Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, menjelaskan bahwa skema ini telah disusun melalui koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar dan pihak kontraktor.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan waktu perjalanan agar tidak terjebak antrean panjang. Koordinasi terus kami lakukan agar pengaturan ini berjalan optimal di lapangan,” ujarnya.
Di sisi lain, masyarakat mulai beradaptasi dengan kebijakan tersebut. Sejumlah pengendara memilih mengubah pola perjalanan mereka. Rian Saputra (34), misalnya, kini berangkat lebih pagi demi menghindari kepadatan saat sistem mulai diberlakukan.
Sementara itu, Yuliana (29) menilai kebijakan ini sebagai langkah realistis di tengah kondisi yang ada. “Memang harus menyesuaikan waktu, tapi ini demi keselamatan bersama. Yang penting informasinya jelas,” katanya.
Berdasarkan panduan terbaru, waktu paling ideal melintasi Lembah Anai adalah antara pukul 00.00 hingga 08.00 WIB. Pada rentang 08.00 hingga 17.00 WIB, pengendara harus bersiap menghadapi sistem buka-tutup atau mempertimbangkan jalur alternatif seperti Malalak dan Sicincin–Malalak. Sedangkan pada malam hari, arus kembali normal dengan catatan tetap meningkatkan kewaspadaan.
Ditlantas Polda Sumbar juga menegaskan tidak ada jalur prioritas selama sistem ini berlangsung. Semua pengguna jalan diminta mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.
Dengan kebijakan ini, diharapkan potensi kecelakaan dapat ditekan sekaligus mendukung percepatan penyelesaian proyek. Pemerintah pun menaruh harapan besar agar jalur utama penghubung Padang–Bukittinggi ini segera pulih dan kembali berfungsi normal secara permanen.
