Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jalan Dikebut Hingga Malam Hari, Warga Apresiasi Proyek Preservasi BPJN Sumbar Demi Kelancaran Perjalanan



SUMATERA BARAT — Semangat pembangunan terus menyala di ruas nasional Padang – Lubuk Alung – Padang Panjang – Padang Luar Bahkan ketika malam mulai larut dan sebagian masyarakat beristirahat, para pekerja proyek preservasi jalan dan jembatan tetap berjibaku di lapangan demi memastikan kenyamanan perjalanan masyarakat pengguna jalan.

Sorot lampu alat berat yang menerangi lokasi pekerjaan di malam hari menjadi pemandangan yang kini akrab dilihat warga. Proyek di bawah pengawasan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat itu mendapat apresiasi luas dari masyarakat karena dinilai menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur jalan nasional.

Kepala Satker PJN Wilayah I Sumbar, Andi Mulya Rusli, ST., MT., bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Noor Arias Syamsu, ST., M.Si., terus memastikan pekerjaan berjalan optimal agar target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu dengan mutu terbaik.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan preservasi jalan dan jembatan tersebut dilaksanakan oleh PT Sarana Mitra Saudara (PT-SMS) sejak 27 Februari 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp18.678.477.000 yang bersumber dari APBN dan masa pelaksanaan selama 308 hari kalender.

Sejumlah masyarakat mengaku salut melihat pekerjaan yang tetap dilakukan hingga malam hari demi meminimalisir gangguan arus lalu lintas dan mempercepat penyelesaian proyek.

“Luar biasa, pekerjaannya sampai malam tetap berjalan. Ini menunjukkan keseriusan demi kenyamanan masyarakat pengguna jalan. Kami sangat mengapresiasi,” ujar salah seorang warga yang melintas di lokasi pekerjaan.

Hal senada juga disampaikan para pengendara yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Menurut mereka, kondisi jalan yang nantinya semakin baik akan berdampak besar terhadap kelancaran distribusi barang, efisiensi biaya kendaraan, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Tak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, proyek preservasi jalan ini juga membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Warung-warung kecil di sekitar lokasi proyek ramai dikunjungi para pekerja dan pengguna jalan yang singgah beristirahat.

Di lapangan, proses pengerjaan terlihat berlangsung dengan pengawasan ketat dan pengendalian mutu yang maksimal. Kehadiran tim teknis serta General Superintendent (GS) dinilai mampu menjaga kualitas pekerjaan agar sesuai standar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Masyarakat kini berharap proyek preservasi jalan nasional tersebut dapat rampung sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat Sumatera Barat.

“Kalau jalan mulus, perjalanan lancar, ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” ungkap seorang sopir angkutan sambil menikmati kopi di warung sekitar proyek.