Parade Tauhid 1448 H Ustaz JEL Prihatin,Untuk Generasi Muda: Kembalilah ke Jalan Allah
Padang – Gelombang semangat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membuncah di Kota Padang. Ribuan umat Islam dari berbagai daerah di Sumatera Barat tumpah ruah mengikuti Parade Tauhid yang berlangsung khidmat dan penuh semangat, menandai pergantian tahun hijriah dengan syiar dan kebersamaan.
Kegiatan diawali dengan long march yang mengambil titik start dari Masjid Nurul Iman Padang menuju Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Sepanjang perjalanan, lantunan takbir, tahmid, dan shalawat menggema, menyatu dengan langkah-langkah peserta yang membawa semangat persaudaraan Islam.
Parade yang menjadi simbol kebangkitan spiritual umat tersebut berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan. Berbagai elemen masyarakat, mulai dari kalangan ulama, tokoh masyarakat, organisasi Islam, pemuda hingga keluarga, turut ambil bagian dalam momentum yang sarat makna itu.
Dalam kesempatan tersebut, tokoh Sumatera Barat H. Jelita Donal, yang akrab disapa Ustaz Jel, menyampaikan tausiyah dan arahan kepada umat Islam. Dengan penuh semangat, ia mengajak seluruh umat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan zaman.
"Tidak ada kekuatan yang mampu mengalahkan umat Islam jika umat ini bersatu. Jangan mudah terpecah oleh perbedaan. Persatuan adalah kunci kekuatan umat," ujar Ustaz Jel di hadapan ribuan peserta yang memadati kawasan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga generasi muda dari berbagai ancaman moral yang dapat merusak masa depan bangsa. Menurutnya, masyarakat harus bersama-sama memerangi berbagai bentuk kemaksiatan, penyalahgunaan narkoba, serta perilaku menyimpang yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya Minangkabau.
Seruan tersebut disambut takbir dan dukungan dari para peserta yang hadir. Momentum Tahun Baru Islam, menurutnya, harus menjadi titik awal hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan nada penuh keprihatinan, Ustaz Jel mengaku sedih melihat kondisi sebagian generasi muda saat ini yang mulai menjauh dari nilai-nilai agama. Menurutnya, berbagai persoalan seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan perilaku menyimpang menjadi ancaman nyata bagi masa depan bangsa.
"Saya sedih, saya miris, dan saya sangat prihatin melihat kondisi generasi muda hari ini. Mereka adalah harapan umat dan bangsa. Karena itu saya mengajak, wahai generasi muda, kembalilah ke jalan Allah. Dekatkan diri kepada Al-Qur'an, ramaikan masjid, hormati orang tua, dan jadilah generasi yang membanggakan agama serta negeri ini," ujar Ustaz Jel yang disambut gema takbir dari ribuan peserta Parade Tauhid.
Parade Tauhid 1448 Hijriah tidak hanya menjadi ajang peringatan pergantian tahun Islam, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi moral dan spiritual umat. Dari langkah-langkah yang mengawali perjalanan dari Masjid Nurul Iman hingga berakhir di Masjid Raya Sumatera Barat, terselip harapan besar agar nilai-nilai Islam terus menjadi cahaya yang menerangi kehidupan masyarakat Ranah Minang.
Di bawah langit Padang yang cerah, gema takbir yang berkumandang seakan menjadi penanda bahwa Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender hijriah, melainkan momentum memperbarui tekad, memperkuat persatuan, dan meneguhkan perjuangan dalam menjaga marwah agama, adat, serta masa depan generasi bangsa.
