Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perkuat Sinergi Adat dan Negara, Ketua LAKAM Sumbar Azwar Siri Dukung Langkah Senator Sumbar Rangkul Tokoh Masyarakat

 

PADANG– Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan ramah tamah yang digelar Senator Sumatera Barat di Kantor DPD RI Perwakilan Sumbar. Pertemuan yang menghadirkan berbagai tokoh masyarakat, ninik mamak, akademisi, serta pegiat budaya itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah bertukar pikiran mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Minangkabau saat ini.

Ketua LAKAM (Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau), Azwar Siri SH menyampaikan apresiasi atas inisiatif Senator Sumbar yang telah membuka ruang dialog bagi berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat adat dengan para wakil daerah di tingkat nasional.

"Pertemuan ini menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap aspirasi masyarakat. Kami mengapresiasi langkah Senator Sumbar yang telah menghadirkan ruang diskusi yang terbuka, hangat, dan penuh semangat kebersamaan," ujar Azwar Siri.

Ia menilai, di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang, keberadaan forum-forum dialog seperti ini menjadi sangat strategis untuk menjaga nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau agar tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.

Lebih lanjut, Azwar Siri menegaskan bahwa LAKAM siap bersinergi dengan berbagai pihak dalam menjaga marwah adat Minangkabau, terutama menyangkut persoalan hukum yang berkaitan dengan adat dan budaya.

"LAKAM siap mengawal berbagai persoalan hukum yang menyangkut adat di Minangkabau. Kami berkomitmen memberikan advokasi, pendampingan, serta memperjuangkan hak-hak masyarakat adat agar nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur tetap terlindungi dan dihormati," tegasnya.

Menurut Azwar, berbagai persoalan yang berkaitan dengan tanah ulayat, hak masyarakat adat, hingga sengketa yang menyentuh aspek budaya memerlukan perhatian serius dan penanganan yang bijaksana sesuai dengan filosofi adat Minangkabau.

Kegiatan ramah tamah tersebut juga diisi dengan dialog interaktif dan sesi tanya jawab yang berlangsung cair. Berbagai gagasan, masukan, dan harapan disampaikan para peserta kepada Senator Sumbar sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan daerah dan pelestarian adat budaya.

Melalui pertemuan itu, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara lembaga negara, tokoh masyarakat, serta lembaga adat dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai luhur Minangkabau yang selama ini menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.

"Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah" bukan sekadar falsafah, tetapi menjadi pedoman yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang demi kokohnya jati diri Minangkabau di tengah aru