DR dr Rini Gusya Liza Pimpin PDSKJI Sumbar, Siap Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa di Ranah Minang
Padang – Semangat baru mewarnai dunia kesehatan jiwa di Sumatera Barat dengan dilantiknya kepengurusan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Sumatera Barat periode 2025–2028. Kepengurusan yang kini dipimpin oleh DR dr. Rini Gusya Liza diharapkan mampu membawa organisasi semakin maju dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan jiwa sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat.
Pelantikan yang dirangkaikan dengan Seminar Psikiatri Terkini bertema "Tren Gangguan Kesehatan Mental pada Generasi Baru" berlangsung khidmat dan dihadiri para dokter spesialis kedokteran jiwa, tenaga kesehatan, akademisi, serta peserta dari berbagai institusi kesehatan.
Momentum ini menjadi tonggak penting bagi PDSKJI Sumatera Barat dalam menjawab tantangan meningkatnya persoalan kesehatan mental yang kini menjadi perhatian serius, khususnya di kalangan generasi muda. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah memperkuat kolaborasi antara tenaga medis, pemerintah, dan institusi pendidikan dalam membangun sistem pelayanan kesehatan jiwa yang lebih komprehensif.
Di bawah kepemimpinan DR dr. Rini Gusya Liza, PDSKJI Sumbar berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi anggotanya melalui pendidikan berkelanjutan, penelitian ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, organisasi juga akan mendorong kampanye edukasi agar stigma terhadap gangguan kesehatan mental semakin berkurang dan masyarakat tidak ragu mencari bantuan profesional.
Seminar yang menghadirkan para narasumber berkompeten tersebut membahas berbagai perkembangan terbaru di bidang psikiatri, mulai dari tantangan kesehatan mental pada era digital, dampak perubahan sosial terhadap psikologis generasi muda, hingga strategi penanganan yang lebih efektif berbasis ilmu pengetahuan.
Dengan kepengurusan baru, PDSKJI Sumatera Barat diharapkan semakin aktif menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan layanan kesehatan jiwa yang berkualitas, inklusif, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pelantikan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa kesehatan mental merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan kesehatan nasional, sehingga membutuhkan perhatian, sinergi, dan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan.
