Pukau Pengunjung Festival Anak Sumbar 2026, Sanggar Seni Galatiak Pitameh Terus Lestarikan Budaya Minang
(Dokumentasi foto bersama)
PADANG — Kemeriahan Festival Anak Sumatera Barat (Sumbar) Tahun 2026 yang berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di Padang kian terasa istimewa dengan hadirnya penampilan memukau dari Sanggar Seni Galatiak Pitameh. Dengan mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", festival ini menjadi panggung apresiasi sekaligus ajang pembuktian komitmen anak-anak muda Minangkabau dalam merawat dan melestarikan seni tradisi.
Tidak kurang dari 115 anak binaan Sanggar Seni Galatiak Pitameh tampil penuh percaya diri memeriahkan perhelatan tingkat provinsi tersebut. Ayunan langkah nan anggun serta ketukan irama tradisional menyatu harmoni saat mereka membawakan Tari Pasambahan dan Tari Batok. Decak kagum serta tepuk tangan riuh dari para hadirin tak henti-hentinya mengiringi setiap gerak tari yang disuguhkan secara kolosal dan penuh penghayatan.
Pimpinan Sanggar Seni Galatiak Pitameh, Dila Safira, S.Kep, mengungkapkan rasa bangga serta apresiasinya atas semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh para anak didik dalam mempersiapkan penampilan terbaik mereka pada perhelatan besar ini.
"Melihat antusiasme dan keberanian 115 anak-anak kita tampil di panggung Festival Anak Sumbar 2026 ini tentu memberikan kebanggaan tersendiri. Ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi wadah membentuk karakter, rasa percaya diri, serta menanamkan rasa cinta seni tradisi sejak dini kepada generasi penerus," ujar Dila Safira.
Pembina Sanggar Oktia Jusma Widyastuti, S.Pd
Keberhasilan serta kerapian gerak yang disajikan para penari cilik ini tak lepas dari dinginnya tangan sang pelatih sekaligus pembina sanggar, Oktia Jusma Widyastuti, S.Pd, yang juga merupakan Guru Seni di SMKN 9 Padang. Pengalaman dan dedikasi beliau dalam dunia pendidikan seni menjadi pilar utama dalam membina dan mengasah bakat para santri seni di Sanggar Galatiak Pitameh.
Oktia Jusma Widyastuti menambahkan, membimbing anak-anak membawakan tarian tradisi seperti Tari Pasambahan dan Tari Batok memiliki tantangan tersendiri, namun hasil yang ditampilkan sangat memuaskan.
"Tari Pasambahan mengajarkan tata krama dan penghormatan, sedangkan Tari Batok menanamkan ketangkasan serta ritme kebersamaan. Lewat latihan yang konsisten, anak-anak mampu membawakannya dengan sangat apik dan penuh penjiwaan. Kami berharap Sanggar Seni Galatiak Pitameh terus menjadi wadah yang positif bagi generasi muda untuk berkarya dan mencintai warisan budaya Minangkabau," ungkap Oktia.
Melalui keikutsertaan aktif dalam momen-momen penting seperti Festival Anak Sumbar 2026, Sanggar Seni Galatiak Pitameh membuktikan komitmennya untuk tidak hanya menjadi tempat belajar menari, tetapi juga benteng pertahanan seni dan budaya di Kota Padang dan Sumatera Barat secara berkelanjutan.(Dani Putra)

