Agus Flores: Jika Ada Isu Negatif tentang Kapolri, Saya Akan Berdiri di Garda Terdepan
JAKARTA – Dukungan terhadap institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali ditegaskan Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, Agus Flores.
Dengan nada tegas, Agus Flores menyatakan kesiapannya berada di barisan terdepan apabila muncul isu-isu negatif yang dinilai tidak berdasar dan berpotensi mencederai nama baik Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
“Bila ada yang membuat isu negatif tentang Kapolri, saya akan menjadi garda terdepan,” tegas Agus Flores, Minggu (26/7).
Pernyataan tersebut menjadi penegasan sikap FRN Counter Polri dalam memberikan dukungan terhadap institusi Polri dan kepemimpinan Kapolri, sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum teruji kebenarannya.
Menurut Agus Flores, setiap informasi yang beredar di ruang publik harus disikapi secara bijak dan proporsional. Klarifikasi, kata dia, harus dilakukan berdasarkan fakta serta tetap berada dalam koridor hukum.
Ia menambahkan, FRN Counter Polri memiliki jaringan relawan dan pendukung yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Jaringan tersebut diharapkan menjadi bagian dari kekuatan masyarakat dalam membangun sinergi positif bersama Polri.
“Kami ingin membangun sinergi yang sehat antara masyarakat dan Polri. Dukungan ini bukan semata-mata untuk sebuah institusi, tetapi juga untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas bangsa,” ujarnya.
Agus Flores menilai, di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Polri terus menjalankan tugas negara melalui penegakan hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta pemberantasan berbagai bentuk kejahatan.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi Polri semakin kompleks. Karena itu, dibutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar institusi kepolisian dapat menjalankan tugas secara optimal.
Ia juga menilai latar belakang kehidupan Kapolri yang berasal dari keluarga sederhana menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk karakter kepemimpinan, kerja keras, dedikasi, dan semangat pengabdian.
“Kepemimpinan tidak hanya dibentuk oleh jabatan, tetapi juga oleh perjalanan hidup, pengalaman, dan pengabdian,” katanya.
Agus Flores menegaskan, dukungan terhadap Polri harus tetap berjalan seiring dengan semangat kritik yang konstruktif. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga ruang publik agar tetap sehat, objektif, dan tidak menjadi tempat berkembangnya informasi yang menyesatkan.
Di penghujung pernyataannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan mendukung Polri dalam menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan Presisi.
“Mari kita jaga sinergi antara masyarakat dan Polri. Dengan kebersamaan, keamanan dan ketertiban nasional dapat terus dipelihara demi mendukung pembangunan Indonesia,” pungkasnya.
Di tengah derasnya arus informasi, Agus Flores memilih berdiri di garis depan—bukan sekadar sebagai bentuk dukungan, tetapi sebagai seruan agar setiap isu dijawab dengan fakta, setiap kritik disampaikan secara proporsional, dan setiap langkah tetap berpijak pada hukum serta kepentingan bangsa.
