Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Senator Jelita Donal Serap Aspirasi Pendidikan, Bunda Yeni Apresiasi Diskusi Pengawasan SPMB 2026/2027


PADANG – Pendidikan adalah pintu menuju masa depan. Karena itu, setiap kebijakan yang menyentuh dunia pendidikan selalu menyimpan harapan besar di tengah masyarakat. Semangat tersebut terasa dalam diskusi bersama anggota DPD RI H. Jelita Donal, Lc., di Padang, Kamis (30/7/2026).

Diskusi tersebut digelar dalam rangka inventarisasi materi pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026/2027.

Forum berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh gagasan. Para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, pengalaman serta masukan terkait pelaksanaan kebijakan penerimaan murid baru di lapangan.

Salah seorang peserta yang akrab disapa Bunda Yeni turut memberikan apresiasi terhadap digelarnya diskusi tersebut. Menurutnya, ruang dialog bersama anggota DPD RI menjadi kesempatan penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, khususnya menyangkut masa depan pendidikan dan kepentingan anak-anak.

“Bunda Yeni mengapresiasi langkah H. Jelita Donal yang turun langsung menyerap aspirasi masyarakat. Diskusi seperti ini sangat penting agar kebijakan pendidikan tidak hanya dipahami dari sisi regulasi, tetapi juga melihat kenyataan dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” demikian inti pandangan Bunda Yeni dalam forum tersebut.

Bagi Bunda Yeni, penerapan SPMB harus terus dikawal agar berjalan secara transparan, objektif, berkeadilan dan memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh calon murid.

Apresiasi tersebut sekaligus mencerminkan harapan masyarakat agar kebijakan pendidikan benar-benar menghadirkan solusi. Sebab, di balik setiap proses penerimaan murid baru, ada harapan orang tua, cita-cita anak dan masa depan generasi yang sedang dipertaruhkan.

Sementara itu, Jelita Donal menjadikan berbagai masukan peserta sebagai bahan penting dalam menjalankan fungsi pengawasan DPD RI. Aspirasi yang dihimpun dari daerah diharapkan dapat menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan pendidikan nasional.

Diskusi itu pun menjadi ruang pertemuan antara kebijakan dan kenyataan—antara aturan yang disusun di tingkat nasional dengan suara masyarakat yang merasakan langsung dampaknya.

Dari Padang, suara Bunda Yeni dan para peserta lainnya menjadi bagian dari ikhtiar untuk memastikan SPMB bukan sekadar mekanisme penerimaan murid, tetapi sebuah jalan menuju pendidikan yang lebih adil dan masa depan yang lebih terang bagi anak-anak Indonesia.