Jembatan Lubuk Pauh Menuju Wajah Baru, PPK 1.1 Noor Arias Syamsu Pastikan Pekerjaan Berjalan Optimal
TANAH DATAR — Harapan akan konektivitas yang semakin baik terus dibangun di Kabupaten Tanah Datar. Salah satunya melalui pembangunan Jembatan Lubuk Pauh, proyek infrastruktur yang menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan akses transportasi yang lebih aman dan mendukung mobilitas masyarakat.
Proyek tersebut berada di bawah Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sumatera Barat, di bawah komando Kasatker PJN 1 Sumbar, Andi Mulya Rusli. Pengawalan pelaksanaan di lapangan turut menjadi tanggung jawab PPK 1.1, Noor Arias Syamsu, yang memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan kontrak, spesifikasi teknis, mutu, serta target waktu yang telah ditetapkan.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan dengan paket Pembangunan Jembatan Lubuk Pauh tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp24,29 miliar. Kontrak ditandatangani pada 16 Desember 2025, dengan masa pelaksanaan selama 300 hari kalender.
Pekerjaan pembangunan jembatan dipercayakan kepada PT Alco Sejahtera Abadi sebagai kontraktor pelaksana. Sementara pengawasan pekerjaan dilaksanakan oleh konsultan pengawas yang tercantum pada papan proyek.
Kehadiran Jembatan Lubuk Pauh bukan sekadar membangun konstruksi beton dan baja. Lebih dari itu, pembangunan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas dan membuka akses masyarakat terhadap berbagai aktivitas ekonomi, sosial, maupun pelayanan publik.
Di tengah tuntutan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, peran Satker PJN 1 Sumbar menjadi sangat penting. Di bawah kepemimpinan Andi Mulya Rusli, pelaksanaan pekerjaan diharapkan tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga mengedepankan kualitas konstruksi dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Sementara itu, PPK 1.1 Noor Arias Syamsu menjadi salah satu figur teknis yang berada di garis depan dalam pengendalian pekerjaan. Mulai dari pengawasan pelaksanaan, kesesuaian pekerjaan dengan dokumen kontrak hingga koordinasi di lapangan menjadi bagian penting agar pembangunan berjalan secara profesional dan akuntabel.
Dengan nilai investasi yang cukup besar, proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Tanah Datar. Jembatan yang dibangun hari ini diharapkan menjadi penghubung yang memperlancar arus orang dan barang sekaligus memperkuat denyut perekonomian masyarakat di kawasan tersebut.
Pembangunan Jembatan Lubuk Pauh pun menjadi gambaran bahwa pembangunan jalan nasional tidak berhenti pada pengaspalan badan jalan. Di baliknya ada jembatan, konektivitas, keselamatan, serta harapan masyarakat yang harus dijaga melalui pekerjaan yang berkualitas.
Di bawah komando Kasatker PJN 1 Sumbar Andi Mulya Rusli, dengan pengawalan teknis PPK 1.1 Noor Arias Syamsu, pembangunan Jembatan Lubuk Pauh diharapkan dapat menjadi bagian dari wajah baru infrastruktur Sumatera Barat yang semakin kuat, aman dan memberi manfaat bagi masyarakat.
