Sentuhan Rendang untuk NTT, Bukti Nyata Kepedulian Dinas Pendidikan Sumbar di Bawah Komando Habibul Fuadi
PADANG — Kepedulian dan semangat persaudaraan tidak mengenal batas wilayah. Dari Ranah Minang, kehangatan itu kini mengalir hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui aksi kemanusiaan yang digerakkan keluarga besar Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat (Disdik Sumbar).
Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Habibul Fuadi, keluarga besar Disdik Sumbar menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 297 kilogram rendang siap santap untuk masyarakat NTT yang membutuhkan.
Bantuan tersebut menjadi bukti bahwa institusi pendidikan tidak hanya hadir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui proses belajar mengajar, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan yang terjadi di berbagai daerah Indonesia.
Mengusung semangat “Dari Sumatera Barat untuk NTT”, pengiriman rendang tersebut bukan sekadar bantuan pangan. Di balik setiap kilogram rendang yang dikirim, terselip pesan persaudaraan, kepedulian, doa dan semangat kebersamaan dari masyarakat Sumatera Barat untuk saudara sebangsa di NTT.
Rendang dipilih bukan tanpa alasan. Kuliner khas Minangkabau yang telah mendunia tersebut dikenal memiliki daya tahan yang relatif lama, sehingga tepat dijadikan sebagai bantuan pangan yang dapat langsung dinikmati masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Habibul Fuadi, mengatakan gerakan solidaritas tersebut lahir dari kepedulian bersama seluruh jajaran ASN, tenaga pendidik dan keluarga besar Disdik Sumbar.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui teori di ruang kelas, tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kepedulian adalah bagian inti dari pendidikan karakter. Melalui bantuan 297 kilogram rendang ini, kita ingin mengalirkan semangat persaudaraan dari Ranah Minang ke Nusa Tenggara Timur. Jarak boleh memisahkan pulau, tetapi rasa kemanusiaan dan persatuan sebagai satu bangsa akan selalu menyatukan kita,” ujar Habibul Fuadi.
Gerakan tersebut sekaligus mencerminkan nilai-nilai ASN BerAKHLAK, terutama semangat harmonis dan kolaboratif dalam merespons kondisi sosial kemasyarakatan.
Bagi Habibul Fuadi, kepedulian sosial merupakan bagian penting dari membangun karakter manusia. Karena itu, lingkungan pendidikan harus mampu menjadi contoh dalam menanamkan nilai gotong royong, empati dan solidaritas kepada generasi muda.
“Rendang yang dikirim mungkin sederhana, tetapi pesan yang dibawanya sangat besar. Ini adalah tanda bahwa saudara-saudara kita di NTT tidak sendiri. Ada keluarga besar dari Sumatera Barat yang ikut merasakan, peduli dan mendoakan mereka,” demikian semangat yang ingin disampaikan melalui aksi tersebut.
Kehadiran bantuan dari Ranah Minang itu diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memberikan penghiburan dan suntikan semangat bagi masyarakat penerima.
Sebab, sejatinya, nilai sebuah bantuan tidak semata-mata diukur dari jumlah atau bentuknya. Ada rasa kemanusiaan yang ikut dikirimkan bersama bantuan tersebut.
Melalui aksi “Dari Sumatera Barat untuk NTT”, Dinas Pendidikan Sumbar kembali menegaskan komitmennya untuk membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga melahirkan manusia yang memiliki kepedulian, empati dan rasa persaudaraan.
Dari dapur-dapur Ranah Minang, 297 kilogram rendang akhirnya menjadi simbol kecil dari sebuah pesan besar: berbeda pulau bukan berarti berbeda saudara.
Bersama dalam kepedulian, kuat dalam persaudaraan, untuk Indonesia yang lebih baik.
