Api Mengamuk di Kambang Timur, Satu Rumah Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta
PESISIR SELATAN — Kepulan asap yang membumbung dari arah permukiman mendadak mengusik ketenangan warga Kampung Koto Pulai, Kenagarian Kambang Timur, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Satu unit rumah permanen milik Yuli Mardianton Pgl Anton (46), warga setempat, ludes dilalap api. Rumah berukuran sekitar 7 x 9 meter itu tak mampu diselamatkan setelah kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan bagian bangunan beserta sejumlah peralatan milik korban.
Kapolsek Lengayang Iptu Syafri Afrizal, SH, MH, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.
Peristiwa itu bermula ketika korban bersama saksi, Maini Sari (39), sedang beristirahat di pondok ladang yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah.
Tanpa diduga, saksi melihat kepulan asap disusul kobaran api besar dari arah rumah korban. Melihat kondisi tersebut, korban langsung berlari menuju rumah untuk memastikan sumber api.
Sesampainya di lokasi, korban mendapati sebagian bangunan rumah telah terbakar. Korban sempat berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Di tengah kepanikan, korban masih berhasil menyelamatkan satu unit sepeda motor dari amukan api.
Namun, kobaran api dengan cepat membesar. Warga yang mengetahui kejadian tersebut berdatangan dan berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
Mendapat laporan kebakaran, Kapolsek Lengayang bersama Kanit Sabhara, Kanit Propam, Unit Intel, Bhabinkamtibmas serta personel Piket SPKT langsung bergerak menuju lokasi untuk membantu proses pemadaman dan pengamanan di sekitar tempat kejadian.
Tak berselang lama, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Lengayang tiba di lokasi. Petugas bersama masyarakat berjibaku menjinakkan kobaran api yang telah menguasai sebagian besar bangunan.
Setelah sekitar satu jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.00 WIB. Petugas kemudian memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Berdasarkan keterangan korban, api diduga berasal dari kandang sapi yang berada tepat di sudut samping rumah.
"Menurut keterangan korban, api diduga berasal dari kandang sapi milik korban yang berada tepat di sudut samping rumah. Korban mengakui sisa bara api dari lamun di kandang sapi bisa hidup sampai 24 jam," ujar Iptu Syafri Afrizal.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Meski demikian, kebakaran mengakibatkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Sejumlah barang milik korban turut hangus terbakar, di antaranya satu unit sepeda motor Astrea, mesin bajak atau sinca, mesin tebas merek Robin, mesin semprot (simprot), gerobak, serta satu unit sepeda.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap sumber api, terutama bara yang berada di sekitar kandang maupun lingkungan rumah.
Hingga proses pemadaman selesai, situasi di lokasi kebakaran berlangsung aman dan terkendali.
