Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dulu Disebut “Anak Nakal”, Kini Lulus Seleksi TNI AD, Air Mata Haru Sang Ayah Pecah


SUMATERA BARAT — Ada kalanya, sebuah keberhasilan tidak hanya menghadirkan senyum, tetapi juga menumpahkan air mata. Begitulah suasana haru yang dirasakan keluarga besar Pimpinan Redaksi NRTV PT. Media Pesisir Selatan, Wailla Trainando Amin, S.Pd.I.

Putra sulungnya, Arfa Nurul Halim, berhasil dinyatakan lulus dalam proses seleksi penerimaan TNI AD tahun 2026 wilayah Sumatera Barat, berdasarkan keterangan pihak keluarga.

Kabar bahagia tersebut semakin mengharukan setelah sebuah foto Arfa beredar di media sosial. Dalam foto itu, Arfa tampak tersenyum sambil membawa sebuah poster sederhana yang ditujukan khusus kepada sang ayah.

Namun, justru tulisan sederhana itulah yang membuat suasana berubah menjadi penuh haru.

“Alhamdulillah Ayah, anakmu yang nakal dahulu lulus jadi TNI AD.”

Kalimat tersebut bukan sekadar rangkaian kata. Di dalamnya tersimpan cerita tentang perjalanan seorang anak yang pernah membuat orang tua khawatir, kemudian perlahan membuktikan bahwa setiap anak memiliki jalan dan waktunya sendiri untuk menemukan keberhasilan.

Dulu mungkin pernah dianggap nakal. Pernah membuat kesal. Namun hari ini, Arfa justru menjadi alasan bagi sang ayah dan ibu untuk meneteskan air mata bahagia.

Perjalanan menuju kelulusan tentu bukan perkara mudah. Ada proses panjang, latihan, kedisiplinan, ketekunan, serta mental yang harus dipersiapkan untuk melewati tahapan seleksi.

Di balik keberhasilan Arfa, terdapat doa kedua orang tua yang tak pernah putus.

Ada pula dukungan keluarga yang menjadi kekuatan ketika langkah terasa berat.

Bagi Wailla Trainando Amin, keberhasilan putra sulungnya tersebut menjadi kebanggaan yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Sebagai seorang ayah, melihat anaknya mampu melewati sebuah tahapan penting menuju cita-cita tentu menjadi momen yang akan dikenang sepanjang hayat.

Sebab, bagi seorang ayah, keberhasilan anak bukan hanya tentang sebuah kelulusan.

Lebih dari itu, ia adalah jawaban dari doa-doa yang selama ini dipanjatkan dalam diam.

Hari ini Arfa telah melewati satu gerbang penting. Namun, perjalanan sesungguhnya baru akan dimulai.

Menjadi prajurit TNI AD bukan sekadar mengenakan seragam. Di balik seragam itu terdapat disiplin, tanggung jawab, pengabdian, serta amanah untuk bangsa dan negara.

Karena itu, keluarga berharap Arfa mampu menjalani pendidikan dan perjalanan pengabdiannya dengan penuh disiplin, rendah hati, berintegritas, serta selalu mengingat nasihat dan doa kedua orang tuanya.

Dari seorang anak yang dahulu mungkin pernah disebut “nakal”, kini Arfa melangkah menuju cita-cita sebagai calon prajurit TNI AD.

Sebuah perjalanan yang membuktikan bahwa masa lalu bukanlah akhir dari sebuah cerita.

Selamat atas keberhasilanmu, Arfa Nurul Halim.

Semoga langkahmu menjadi prajurit kelak selalu membawa kebanggaan bagi keluarga, serta menjadi bagian dari pengabdian terbaik untuk bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dulu membuat ayah kesal, hari ini membuat ayah meneteskan air mata bahagia. 🇮🇩❤️

Selamat berjuang, Arfa. Perjalanan panjangmu baru saja dimulai.