Maria Doeni Isa Pacu Pemulihan Pascabencana Sumbar, Air Bersih hingga Relokasi Gedung Rusak Berat Jadi Prioritas
SUMATERA BARAT — Di tengah jejak bencana yang masih menyisakan kerusakan pada sejumlah fasilitas publik, upaya pemulihan di Sumatera Barat terus dikebut. Kepala BPBPK Sumatera Barat Maria Doeni Isa turun melakukan koordinasi dan memastikan penanganan di lapangan berjalan terarah, cepat, namun tetap mengedepankan keselamatan.
Koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan infrastruktur sekaligus mengembalikan layanan dasar masyarakat yang sempat terganggu akibat bencana.
Sejumlah langkah strategis telah disiapkan. Mulai dari pemulihan jaringan air bersih, membuka kembali akses yang tertutup material batu, membersihkan bangunan terdampak, hingga menyiapkan rencana relokasi gedung perkantoran yang mengalami kerusakan berat.
Maria Doeni Isa menempatkan pemulihan layanan dasar sebagai salah satu perhatian utama. Salah satunya adalah memastikan pasokan air bersih kembali mengalir kepada masyarakat terdampak.
Jaringan perpipaan PDAM yang mengalami kerusakan maupun terputus menjadi bagian yang diprioritaskan untuk segera diperbaiki. Sambil menunggu pemulihan jaringan, distribusi air bersih terus dioptimalkan dengan kapasitas sekitar 50 meter kubik per hari melalui tiga unit mobil tangki.
Langkah tersebut menjadi napas awal bagi masyarakat di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung.
Akses Tertutup Material Batu Segera Dibuka
Selain persoalan air bersih, akses menuju kawasan terdampak juga menjadi perhatian Maria Doeni Isa. Material batu yang menutup sejumlah akses harus segera ditangani agar proses pemulihan berikutnya dapat bergerak lebih cepat.
Sebanyak dua unit alat berat akan dimobilisasi untuk membuka akses yang tertutup material tersebut.
Pembukaan akses menjadi pekerjaan penting karena proses pembersihan bangunan dan penanganan infrastruktur tidak dapat dilakukan secara maksimal sebelum jalur menuju lokasi benar-benar aman dan dapat dilalui.
Dengan terbukanya akses, petugas, alat berat, maupun peralatan pendukung lainnya diharapkan dapat segera masuk ke kawasan terdampak.
11 Gedung Perkantoran Terdampak
Berdasarkan hasil asesmen awal, tercatat 11 gedung perkantoran mengalami dampak akibat bencana.
Pembersihan bangunan akan dilakukan secara bertahap setelah akses menuju lokasi dinyatakan aman. Penanganan tidak hanya diarahkan pada pembersihan material, tetapi juga memastikan setiap tahapan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi struktur bangunan dan keselamatan petugas.
Dari hasil identifikasi awal tersebut, terdapat empat gedung perkantoran yang mengalami kerusakan berat.
Keempat bangunan itu dinilai tidak direkomendasikan untuk direhabilitasi maupun direkonstruksi di lokasi semula. Karena itu, opsi relokasi menjadi langkah yang perlu dipersiapkan.
BPBPK Sumatera Barat selanjutnya akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah
