Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jalan Lingkungan dan Drainase Terus Dibenahi, Perkim Padang Catat Capaian Melampaui Target

 


PADANG — Jalan lingkungan dan saluran drainase mungkin bukan infrastruktur yang selalu menjadi sorotan. Namun, bagi warga di kawasan permukiman, keduanya adalah urat nadi yang menentukan kenyamanan, kelancaran aktivitas, hingga ketahanan lingkungan saat hujan datang.

Menyadari pentingnya infrastruktur tersebut, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padang terus menggenjot pembangunan dan pemeliharaan jalan lingkungan serta saluran drainase di berbagai kawasan permukiman.

Kepala Dinas Perkim Kota Padang, Tri Hadiyanto, mengatakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur lingkungan merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus memastikan kawasan permukiman tumbuh dengan dukungan infrastruktur yang memadai.

Catatan kinerja 2025 menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan. Dari target pembangunan jalan lingkungan sepanjang 14 kilometer, realisasi justru mencapai 15,13 kilometer.

Tak hanya jalan, pembangunan saluran drainase juga mencatat capaian di atas target. Dari target 2 kilometer, realisasi pembangunan drainase mencapai 5,505 kilometer.

“Untuk tahun 2025, target pembangunan jalan lingkungan adalah 14 kilometer dan terealisasi 15,13 kilometer. Artinya, realisasi tersebut melebihi target yang telah ditetapkan,” ujar Tri, Kamis (3/9/2026).

Di sisi pemeliharaan, Perkim juga terus menjaga agar infrastruktur yang telah dibangun tetap berfungsi optimal. Pada 2025, pemeliharaan drainase ditargetkan sepanjang 0,4 kilometer, dan terealisasi 0,55 kilometer.

Drainase yang menjadi objek penanganan umumnya merupakan saluran drainase lingkungan dengan lebar di bawah 60 sentimeter. Meski berukuran relatif kecil, keberadaannya memiliki peran penting dalam mengalirkan air dan mengurangi potensi genangan di lingkungan permukiman.

Memasuki 2026, pekerjaan tersebut kembali dilanjutkan dengan target yang lebih besar. Untuk jalan lingkungan, Perkim menargetkan pembangunan sepanjang 17,8 kilometer serta pemeliharaan sepanjang 5,3 kilometer.

Sementara untuk drainase, pembangunan saluran baru ditargetkan sepanjang 1 kilometer, sedangkan pemeliharaan mencapai 2,1 kilometer.

Tri menyebut, kondisi infrastruktur lingkungan di Kota Padang masih terus menjadi perhatian. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan, sekitar 76 persen jalan lingkungan berada dalam kondisi baik, sementara 3 persen mengalami rusak ringan dan 21 persen rusak berat.

Adapun untuk saluran drainase, sebanyak 59 persen berada dalam kondisi baik, 22 persen rusak ringan, dan 19 persen rusak berat.

Menurut Tri, dinamika pembangunan Kota Padang turut membawa konsekuensi terhadap kebutuhan infrastruktur lingkungan. Bertambahnya kawasan permukiman baru otomatis meningkatkan kebutuhan terhadap jalan dan drainase yang layak.

“Jalan dan drainase di kawasan permukiman terus bertambah seiring berkembangnya kawasan permukiman baru. Permukiman yang baru dibangun pada umumnya membutuhkan penanganan terhadap jalan dan drainase lingkungannya,” jelasnya.

Karena itu, pembangunan infrastruktur tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan fisik semata. Di balik jalan yang mulus dan drainase yang berfungsi baik, ada ikhtiar untuk menghadirkan lingkungan permukiman yang lebih nyaman, tertata, aman, dan layak bagi masyarakat.

Perkim Kota Padang memastikan pembangunan dan pemeliharaan akan terus dilanjutkan sesuai target yang telah ditetapkan, dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan infrastruktur di masing-masing kawasan permukiman.

Sebab, bagi sebuah kota yang terus tumbuh, membangun jalan berarti membuka ruang bagi aktivitas warga, sementara membenahi drainase berarti menjaga lingkungan tetap nyaman ketika hujan turun. Dua infrastruktur sederhana, tetapi memiliki arti besar bagi wajah dan kualitas kehidupan permukiman Kota Padang.