Kawal APBN 2027, Senator Cerint Iralloza Tasya Dorong Perhatian Serius untuk Nakes, Guru hingga RSUD Lubuk Basung
JAKARTA — Kepentingan masyarakat daerah kembali dibawa ke meja pembahasan kebijakan anggaran nasional. Senator muda asal Sumatera Barat, Cerint Iralloza Tasya, S.Ked., bersama Komite IV DPD RI menyuarakan sejumlah aspirasi strategis dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan, Kepala Bappenas, dan Gubernur Bank Indonesia, Senin (14/9/2026).
Rapat tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2027, yang diharapkan tidak hanya berorientasi pada angka-angka fiskal, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat di daerah.
Dalam forum tersebut, Cerint secara khusus menyoroti persoalan pembiayaan tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan. Menurutnya, kedua sektor tersebut merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia sekaligus ujung tombak pelayanan publik.
“Saya menyampaikan pesan kepada Menteri Keuangan agar memperhatikan pembiayaan negara terhadap Tenaga Kesehatan dan Tenaga Pendidikan,” ujar Cerint Iralloza Tasya, S.Ked., usai persidangan.
Ia menilai dukungan anggaran yang memadai terhadap tenaga kesehatan dan pendidikan sangat penting untuk memastikan pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan optimal.
Bagi daerah, kata Cerint, keterbatasan fiskal sering kali menjadi tantangan dalam mempertahankan kualitas pelayanan publik. Karena itu, intervensi pemerintah pusat melalui kebijakan APBN dinilai sangat diperlukan agar kesenjangan pelayanan antara pusat dan daerah dapat terus ditekan.
Titip Aspirasi Agam untuk Perluasan RSUD Lubuk Basung
Tak hanya membawa isu nasional, Cerint juga memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan aspirasi konkret dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah kebutuhan lahan untuk pengembangan RSUD Lubuk Basung. Cerint meminta agar aset berupa lahan milik Kementerian Keuangan yang berada di Lubuk Basung dapat dipertimbangkan untuk dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Agam.
“Selain itu kepada Menteri Keuangan, saya juga menitip pesan permintaan dari Kabupaten Agam agar lahan yang merupakan aset Kementerian Keuangan di Lubuk Basung bisa dihibahkan kepada Pemkab Agam guna perluasan area RSUD Lubuk Basung, Kabupaten Agam,” ungkapnya.
Menurutnya, kebutuhan terhadap fasilitas kesehatan yang lebih memadai terus meningkat seiring pertumbuhan masyarakat. Perluasan area RSUD Lubuk Basung diharapkan dapat memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Jika terealisasi, hibah lahan tersebut bukan sekadar persoalan pengelolaan aset negara, tetapi dapat menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Agam.
Pergantian Menteri, Aspirasi Jangan Berhenti
Dinamika rapat turut diwarnai perubahan formasi pejabat di tengah pembahasan. Namun, Cerint berharap pergantian pimpinan tidak membuat berbagai aspirasi daerah yang telah disampaikan kehilangan arah dan tindak lanjut.
Ia menegaskan, siapapun yang berada di posisi pengambil kebijakan, kebutuhan masyarakat harus tetap menjadi prioritas.
“Sekalipun di tengah rapat terjadi pergantian pemain, saya harap aspirasi ini bisa ditindak lanjuti oleh Menteri Keuangan yang baru,” tegas Cerint.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pengawalan terhadap APBN 2027 tidak berhenti pada forum rapat. Perwakilan daerah di Senayan dituntut memastikan setiap kebijakan anggaran benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
Bagi Sumatera Barat, perhatian terhadap pembiayaan tenaga kesehatan dan pendidikan serta pengembangan fasilitas kesehatan di daerah merupakan bagian penting dari perjuangan menghadirkan pemerataan pembangunan.
Kini, bola berada di tangan pemerintah pusat. Masyarakat menunggu apakah aspirasi yang telah disampaikan dari ruang rapat Senayan tersebut akan berlanjut menjadi kebijakan dan tindakan nyata dalam APBN 2027.
