Anjangsana Penuh Haru Ditlantas Polda Sumbar, Reza Chairul Akbar Tegaskan Pengabdian Para Senior Tetap Dikenang
PADANG — Di balik ketegasan seragam cokelat dan kewibawaan personel Polantas mengatur lalu lintas di jalan raya, tersimpan wajah lain yang penuh kehangatan dan kepedulian.
Menyambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menggelar kegiatan sosial Anjangsana kepada para purnawirawan dan warakawuri keluarga besar Polri, Senin (14/9/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. itu bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, anjangsana menjadi ruang untuk merawat silaturahmi, mengenang perjalanan panjang pengabdian, sekaligus menyampaikan pesan bahwa jasa para pendahulu tidak pernah dilupakan.
Satu demi satu kediaman purnawirawan dan warakawuri disambangi. Kehadiran jajaran Ditlantas Polda Sumbar disambut senyum, jabat tangan hangat, serta suasana haru yang menyelimuti pertemuan.
Di ruang-ruang sederhana itu, cerita masa lalu kembali hidup.
Kenangan ketika masih mengenakan seragam, dinamika penugasan di lapangan, hingga kisah suka dan duka selama mengabdi kepada institusi Kepolisian mengalir dalam percakapan penuh keakraban.
Tawa pun sesekali pecah. Seolah waktu yang telah berlalu puluhan tahun tidak mampu menghapus ikatan kekeluargaan yang telah terbangun.
Bukan Sekadar Tali Asih, Tetapi Penghormatan
Dalam kunjungan tersebut, jajaran Ditlantas Polda Sumbar juga menyerahkan tali asih dan cenderamata kepada para purnawirawan serta warakawuri.
Namun, nilai terbesar dari pemberian itu bukan terletak pada bentuknya.
Ia menjadi simbol penghormatan. Sebuah pesan sederhana bahwa setiap langkah pengabdian yang pernah ditorehkan para senior tetap memiliki tempat dalam perjalanan panjang Kepolisian.
Bagi generasi yang kini meneruskan tugas, pengabdian para purnawirawan merupakan bagian dari fondasi yang tidak boleh dilupakan.
Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq mengatakan, kegiatan anjangsana merupakan wujud kepedulian sekaligus penghormatan institusi kepada para senior yang telah lebih dahulu memberikan tenaga, pikiran, dan pengabdiannya untuk bangsa dan negara.
“Pengabdian dan keteladanan para purnawirawan adalah warisan berharga bagi kami yang masih aktif bertugas. Melalui momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 ini, kami ingin memastikan bahwa tali silaturahmi tidak akan pernah putus,” ujar Kombes Pol. Reza.
Menurutnya, semangat kekeluargaan menjadi energi penting bagi jajaran Ditlantas Polda Sumbar untuk terus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Semangat kekeluargaan inilah yang menjadi energi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” lanjutnya.
Dari Pendahulu untuk Generasi Penerus
Anjangsana tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan Kepolisian tidak hanya dibangun oleh mereka yang sedang bertugas hari ini.
Ada jejak panjang para pendahulu yang pernah berdiri di garis depan. Ada keringat, pengorbanan, keteguhan, dan ketulusan yang menjadi bagian dari sejarah pengabdian institusi.
Karena itu, menghormati purnawirawan bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menjaga nilai-nilai luhur agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, Ditlantas Polda Sumbar berupaya menjaga keseimbangan antara profesionalisme dan sisi humanis.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen “Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri”, dengan menghadirkan pelayanan yang humanis, responsif, serta mengedepankan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 pun tidak hanya dimaknai sebagai perayaan bertambahnya usia pengabdian korps lalu lintas.
Ia menjadi momentum untuk menundukkan sejenak kesibukan, menoleh kepada mereka yang pernah berjuang, mengetuk pintu rumah para pendahulu, dan mengatakan dengan sederhana:
Pengabdian boleh berganti generasi, tetapi persaudaraan dan penghormatan tidak boleh berhenti.
Melalui anjangsana, Ditlantas Polda Sumbar menunjukkan bahwa di balik tugas menjaga ketertiban di jalan raya, terdapat nilai kemanusiaan yang terus dirawat silaturahmi, kepedulian, penghormatan, dan semangat kekeluargaan.
