Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PPK 2.1 Zulfikar Kurniawan Kawal Penguatan Jalan Padang-Solok, 675 Meter Dibeton



KABUPATEN SOLOK — Kabut tipis yang turun di kaki Gunung Talang berpadu dengan hawa dingin khas perbukitan. Di tengah suasana itu, denyut lalu lintas di Jalan Raya Padang-Solok tetap bergerak dinamis. Kendaraan pribadi, angkutan barang hingga kendaraan bertonase berat silih berganti melintasi ruas yang menjadi salah satu nadi penting konektivitas Sumatera Barat.

Di balik aktivitas tersebut, pekerjaan preservasi terus dikebut untuk memastikan jalur Padang-Solok tetap dalam kondisi mantap. PPK 2.1 Zulfikar Kurniawan menjadi salah satu sosok yang berada di garda depan dalam mengawal pekerjaan tersebut, memastikan proses di lapangan berjalan sesuai standar teknis, mutu konstruksi, serta memperhatikan keselamatan dan kelancaran pengguna jalan.

Pekerjaan yang berada di bawah penanganan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum itu berlokasi di kawasan Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Sepanjang 675 meter ruas jalan kini mendapatkan penguatan melalui perkerasan beton semen dengan ketebalan 30 sentimeter dan mutu FS 45 MPa.

Bagi Zulfikar Kurniawan, pekerjaan preservasi bukan sekadar memastikan permukaan jalan terlihat mulus. Lebih dari itu, setiap tahapan harus mampu menjawab kebutuhan jangka panjang, terutama dalam menghadapi tingginya mobilitas kendaraan dan beban lalu lintas yang melintasi jalur strategis tersebut.

Penggunaan perkerasan beton dengan spesifikasi teknis tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur jalan agar lebih mampu menahan beban kendaraan berat, sekaligus meningkatkan umur layanan dan kenyamanan perjalanan masyarakat.

 Bersama jajaran di lapangan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan, mulai dari proses konstruksi hingga pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung. Pengawasan tersebut menjadi penting karena aktivitas pembangunan berjalan berdampingan dengan arus kendaraan yang tetap harus dilayani.

Selama pekerjaan berlangsung, pengguna jalan diarahkan melalui sistem buka-tutup satu lajur. Skema ini diterapkan agar proses konstruksi dapat berjalan optimal tanpa menghentikan sepenuhnya pergerakan masyarakat dan distribusi logistik.

Bagi masyarakat, peningkatan kualitas jalan tersebut mulai memberikan rasa berbeda ketika melintas Angga (39) seorang pengendara sekaligus pedagang hasil bumi asal Solok, menilai penguatan jalan memberikan harapan baru bagi pengguna jalur Padang-Solok.

"Dulu kalau lewat sini pas hujan atau beban kendaraan lagi padat, rasanya was-was karena jalan gampang aus. Sekarang begitu dibeton tebal begini, jalannya terasa jauh lebih kokoh dan stabil saat dilintasi. Kami warga dan pengguna jalan sangat bersyukur, perjalanan jadi lebih aman dan lalu lintas barang pun makin lancar," ujar Angga

Bagi PPK 2.1 Zulfikar Kurniawan, menjaga kualitas jalan nasional berarti menjaga pula denyut kehidupan yang bergerak di atasnya.

Sebab, setiap kendaraan yang melintas membawa kepentingan berbeda. Ada hasil pertanian yang harus segera sampai ke pasar, barang kebutuhan masyarakat yang harus didistribusikan, hingga warga yang membutuhkan akses perjalanan aman menuju Padang, Solok, maupun Sawahlunto.

Karena itu, pekerjaan preservasi Jalan Raya Padang-Solok tidak berhenti pada bagaimana beton dicor dan mengeras. Ada tanggung jawab untuk memastikan setiap tahapan memenuhi standar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di kaki Gunung Talang, hamparan beton sepanjang 675 meter itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar konstruksi. Ia menjadi bagian dari ikhtiar bersama BPJN Sumatera Barat dalam merawat konektivitas, memperkuat akses ekonomi, dan memastikan jalan nasional tetap menjadi urat nadi yang kokoh bagi pergerakan Sumatera Barat.