Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jalan Mulus, Ekonomi Tumbuh: Proyek Preservasi BPJN Sumbar Tuai Apresiasi Warga



SUMATERA BARAT — Deru alat berat yangbekerja di sepanjang ruas Padang – Lubuk Alung – Padang Panjang – Padang Luar hingga Batas Kota Solok kini bukan lagi sekadar penanda proyek pembangunan. Bagi masyarakat, proyek preservasi jalan dan jembatan yang tengah berjalan di bawah pengawasan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat itu telah menjadi simbol harapan baru bagi kelancaran mobilitas dan geliat ekonomi rakyat kecil.

Proyek strategis nasional tersebut berada di bawah komando Kepala Satker PJN Wilayah I Sumatera Barat, Andi Mulya Rusli, ST., MT., bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1, Noor Arias Syamsu, ST., M.Si. Kehadiran proyek itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena dinilai membawa dampak nyata di tengah aktivitas harian warga.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan preservasi jalan dan jembatan itu mulai dilaksanakan sejak 27 Februari 2026 oleh PT Sarana Mitra Saudara (PT-SMS), dengan nilai kontrak mencapai Rp18.678.477.000 yang bersumber dari APBN. Proyek tersebut dijadwalkan rampung dalam waktu 308 hari kalender.

Tak hanya menghadirkan harapan akan jalan nasional yang lebih nyaman dan aman, proyek ini juga membawa berkah ekonomi bagi masyarakat sekitar. Warung-warung kecil di sekitar lokasi pekerjaan kini ramai didatangi para pekerja proyek saat jam istirahat.

“Dengan adanya proyek preservasi ini, kami pemilik warung merasa sangat terbantu. Jual beli meningkat drastis karena para pekerja proyek selalu mampir dan belanja di sini,” ungkap salah seorang pemilik warung dengan wajah sumringah.

Hal senada disampaikan para pengguna jalan yang kerap melintasi jalur tersebut. Renol (42), sopir mobil pick-up, mengaku bersyukur atas perbaikan jalan yang sedang dilakukan. Menurutnya, kondisi jalan yang lebih baik nantinya akan sangat membantu efisiensi biaya operasional kendaraan.

“Kalau jalan sudah mulus, biaya perawatan kendaraan tentu jauh berkurang. Kami sangat terbantu,” ujarnya sembari beristirahat di sebuah warung kopi di sekitar lokasi proyek.

Pernyataan Renol diamini sejumlah sopir lainnya yang berharap pengerjaan proyek dapat selesai tepat waktu dengan kualitas terbaik, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat jangka panjang dari pembangunan tersebut.

Di sisi lain, keberhasilan proyek ini dinilai tidak lepas dari pengawasan ketat di lapangan. Seorang tokoh masyarakat yang melintas di kawasan proyek menilai pelaksanaan pekerjaan berjalan cukup profesional, terutama dalam aspek pengendalian mutu dan pengawasan teknis.

Menurutnya, peran General Superintendent (GS) di lapangan terlihat sangat optimal dalam mengoordinasikan dan memastikan seluruh proses konstruksi berjalan sesuai standar.

Ia pun memberikan apresiasi kepada jajaran PPK PJN Wilayah I Sumbar yang dinilai konsisten melakukan pengawasan berkala demi menjaga kualitas pekerjaan.

“Kinerja mereka patut diapresiasi. Terlihat jelas kesungguhan dalam menjaga kualitas proyek demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” tuturnya.

Dengan progres pekerjaan yang terus berjalan, masyarakat kini menaruh harapan besar agar proyek preservasi jalan nasional tersebut dapat selesai tepat waktu dan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan konektivitas serta pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat.